GeoFest 2026, BPDAS Asahan Barumun Dorong Pelestarian Lingkungan Kawasan Danau Toba

TOBA | BBCOM – Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Asahan Barumun melalui Pusat Persemaian Toba menyalurkan bantuan bibit dalam rangka mendukung penyelenggaraan The 7th Geotourism Festival (GeoFest) 2026. Bantuan tersebut merupakan bentuk komitmen BPDAS Asahan Barumun dalam mendukung pelestarian lingkungan sekaligus memperkuat ekosistem di kawasan Toba Caldera UNESCO Global Geopark.

Penyaluran bibit itu diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama dalam menyukseskan kegiatan penghijauan di kawasan Danau Toba, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan sebagai penopang pengembangan geowisata yang berkelanjutan.

Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Asahan Barumun, Ahmad Taufik Siregar, S.Hut.T., M.Si., mengatakan dukungan tersebut merupakan wujud nyata peran BPDAS dalam menjaga keseimbangan antara pelestarian lingkungan dan pembangunan sektor pariwisata.

“Melalui bantuan bibit ini, kami ingin berkontribusi dalam menjaga kelestarian kawasan Toba Caldera UNESCO Global Geopark. Pelestarian lingkungan harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pengembangan geowisata agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat,” ujar Ahmad Taufik Siregar.

Menurutnya, keberhasilan pengembangan kawasan geowisata tidak hanya diukur dari meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga dari kemampuan seluruh pihak menjaga kelestarian sumber daya alam yang menjadi daya tarik utama kawasan tersebut.

Ia menambahkan, kegiatan penghijauan memiliki peran strategis dalam menjaga fungsi daerah aliran sungai, meningkatkan tutupan vegetasi, serta mengurangi risiko degradasi lahan yang dapat mengancam keseimbangan ekosistem di sekitar Danau Toba.

“BPDAS Asahan Barumun terus mendorong kolaborasi dengan pemerintah daerah, pengelola geopark, komunitas, dan masyarakat dalam berbagai program rehabilitasi hutan dan lahan. Sinergi ini penting untuk memastikan kelestarian lingkungan tetap terjaga sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata,” katanya.

The 7th Geotourism Festival (GeoFest) 2026 menjadi momentum untuk mengampanyekan pentingnya konservasi lingkungan sebagai fondasi pembangunan geowisata. Melalui dukungan berbagai pihak, termasuk BPDAS Asahan Barumun, kawasan Toba Caldera UNESCO Global Geopark diharapkan tetap terjaga kelestariannya serta mampu menjadi destinasi wisata kelas dunia yang berkelanjutan. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *