oleh

Polisi Ungkap Rumah Industri Tembakau Gorilla di 5 TKP Berbeda

JAKARTA | BBCOM | Polda Metro Jaya berhasil mengungkap home industry yang memproduksi tembakau gorilla. Terdapat tujuh tersangka yang diamankan dan satu orang warga binaan lapas, dari hasil pengungkapan di 5 TKP tersebut.

“Ada 5 TKP untuk penangkapan 7 tersangka dan semuanya ini hasil pendalaman lebih lanjut,” ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya (Kombes. Pol. Drs. Yusri Yunus).

TKP pertama yang berlokasi di Margahayu, Bekasi Timur, polisi mengamankan (HA). Lalu, tersangka dengan inisial EM di Apartemen Sunter, Jakarta Utara. Tersangka berinisial (RSW) dan (EA) di amankan di Bandung.

BACA JUGA  Kakorlantas : Tilang Manual Masih Berlaku Untuk yang Belum Terapkan E-TLE

Dilanjutkan dengan TKP yang berlokasi di Kramat Jati, polisi berhasil mengamankan tersangka dengan inisial (M) dan (RZ). Terakhir, berinisial (NPS) yang diamankan di Parahyangan, Bandung.

Ia menjelaskan, satu tersangka lainnya yang mengkoordinir para tersangka dalam membuat dan memasarkan tembakau gorilla tersebut adalah seorang warga binaan lapas.

“Satu orang lagi ini pengendalinya adalah seorang napi di salah satu lapas di Jakarta. Napi tersebut berinisial (V),” sambungnya.

Diketahui, (V) sebagai koordinator memiliki peran yang sangat penting dalam industri rumahan tembakau jenis gorilla tersebut.

BACA JUGA  Kapolri Perpanjang Penahanan Tersangka Kasus SARA Ujaran Kebencian

“Jadi yang bertugas membuat atau memasak tembakau itu adalah saudari (EM). Dia tahu cara, mendapatkan bahan dan tahu tempat produksi tembakau ini dari tersangka berinisial (V) ini, yang mengajarkannya melalui media sosial,” terangnya.

Atas aksinya tersebut, seluruh tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) subsider 113 ayat (1) lebih subsider pasal 112 ayat (2) Juncto pasal 132 (1) Undang-Undang RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman hukuman penjara minimal lima tahun dan maksimal hukuman mati. (ags/pmj)

Komentar