Perjuangan Seorang Anak Tanpa Orangtua  

15 Juni 2019 / 23:49 WIB Dibaca sebanyak: 353 kali Tulis komentar
Seorang anak perempuan yang sedang memainkan pianikanya,di tengah keramaian kendaraan yang berhenti. Tidak ada yang mengira, kalau dia masih anak sekolah yang tidak tinggalbersama orangtuanya.

Pagi hari ia pergi ke sekolah, sekolah itu memangmemperbolehkan anak muridnya mencari uang dengan menjadipengamen, berjualan, atau apapun yang penting halal.

Bahkan sekolah ini memperbolehkan siswanya tidur di kelassaat malam hari, karena kamar yang ada tidak bisa menampungsemua siswa. Ada juga siswa yang memilih untuk menyewakontrakan bersama teman-temannya.

Setelah pulang sekolah, ia bersiap untuk mencari receh.Pendapatan perharinya hanya bisa membeli nasi dan tempeuntuk makan sehari, tetapi ada kalanya ia bisa mendapatkanpenghasilan yang lumayan, sehingga bisa makan enak,membayar kontrakan, beli baju, dan keperluan sekolah.

Ia pulang setelah azan isya, sesampainya di rumah, iamenyiapkan buku dan seragam untuk sekolah esok. Dia juga taklupa belajar, dan membersihkan diri, lalu terlelap dalamtidurnya.

Pada tahun 2017 ia masih menjadi anak sekolah menengahpertama yang duduk di kelas 2. Tetapi perjuangannya sudahsebesar itu, bagaimana di masa depan ya? Penulis: Setyorini Dian Permata dari (Politeknik Negeri Jakarta)

Bagikan
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *