oleh

Penyebaran PMK Pada Hewan Ternak Di Kab. Bandung Kian Meningkat

KAB. BANDUNG | BBCOM | Penyebaran wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak di Kabupaten Bandung kian meningkat. Dari 14 ekor pada bulan yang lalu , kini penambahannya sangat drastis menjadi 3554 ekor yang suspek.Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung Ir. H.A. Tisna Umaran, MP. pada Bandung Berita, Selasa (14/6/2022).

Tisna Umaran menambahkan, Untuk mengantisipasi penyebaran penyakit itu pihaknya terus melakukan monitoring dan pelaporan. Karena menurutnya, penanganan penyebaran penyakit PMK ini tidak bisa lokal, tapi harus berkoordinasi dengan kabupaten lain bahkan provinsi lain seperti vaksinasi, isolasi dan pengobatan hewan yang suspeks, “tuturnya.

Terkait hewan kurban, karena hewan kurban sebagian didatangkan dari luar daerah, tentunya harus ada penanganan juga bagai mana lalulintasnya.

Pihaknya juga kemarin sudah berkoordinasi dengan para bandar dan RPH, terkait dengan RPH harus menyediakan sarana untuk pemotongan dan penanganan bagian tubuh hewan kurban, walaupun dalam keterangannya sehat tapi tetap perlakuan kita harus ketat bahwa hewan itu diduga kena virus, “ujarnya.

Lanjut Tisna Umaran, dirinya juga sudah menghadirkan MUI terkait dengan patwa MUI, bagai mana pelaksanan dilapangan dan sudah dikoordinasikan dengan pihak bandar.

“Jadi, bandar yang mendatangkan sapi dari luar daerah ke-Kabupaten Bandung maksimal ha min 7, dengan harapan disini tidak begitu lama,sehingga bisa meminimalisir penyebaran PMK,” imbuhnya.

Lebih jauh Tisna Umaran memaparkan, pihaknya juga pada hari ini telah mengadakan pelatihan untuk para petugas yang akan melakukan vaksinasi. Pasalnya, dokter nya hanya ada 12 orang. “Maka, pihaknya menggunakan para penyuluh yang ada untuk melakukan pengawasan bersama aparat desa setempat,” paparnya.

Kadistan juga menyebut, pada hari ini juga pihaknya akan melakukan Rakormis yang melibatkan Camat, Forkopimda serta OPD-OPD Kabupaten Bandung ,terkait dengan dukungan anggaran untuk penanganan penyebaran PMK . Karena penanganannya perlu anggaran untuk kebutuhan yang mendesak seperti obat -obatan dan vitamin,” ucapnya.

Kadistan berharap, dengan adanya kondisi ini mudah -mudahan ada kekompakan dan kepatuhan dari semua pihak. Sehingga, pemerintah hadir melayani masyarakat bagaimana hewan kurban ini aman dan nyaman, “pungkasnya.(uden)

Komentar