Pemkab Bandung Gelar Inkubasi Pengembangan dan Pemberdayaan Usaha Koperasi Berpotensi

KAB. BANDUNG | BBCOM | Pemkab Bandung melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DiskopUKM) melakukan evaluasi kegiatan inkubasi pengembangan dan pemberdayaan usaha koperasi berpotensi dengan melibatkan 12 koperasi potensial di Kab. Bandung.

“Inkubasi koperasi ini adalah kegiatan yang dilaksanakan Dinas Koperasi untuk meningkatkan kapasitas koperasi. Ada 12 peserta (koperasi) dalam kegiatan inkubasi koperasi yang dilaksanakan di Grand Sunshine Resort Soreang pada Selasa (22/11) kemarin,” kata Bupati Bandung H.M.Dadang Supriatna melalui Kepala Dinas Koperasi dan UKM H. Dindin Syahidin di Soreang, Rabu (23/11/22).


Dindin mengatakan kegiatan inkubasi koperasi ini berbeda dengan kegiatan bimtek yang biasa dilakukan karena dilaksanakan selama tiga bulan, yaitu pada bulan April, Mei dan Juni 2022.

“Selama tiga bulan itu, kita bekerjasama dengan salah satu lembaga melakukan identifikasi terhadap persoalan dan potensi yang ada di 12 koperasi tersebut,” kata Dindin.

Kemudian, imbuhnya, para peserta itu melaksanakan tatap muka di dalam kelas sebanyak 4 kali dalam tiga bulan tersebut. “Kebanyakan, mereka (peserta/koperasi) dicek oleh tim ke lapangan dan perkembangannya dimonitor,” katanya.

Yang paling membanggakan, imbuh Dindin, dari 12 koperasi ini telah terjalin kerjasama antar koperasi tersebut. “Jadi koperasi yang butuh dana atau modal didukung oleh koperasi lainnya, yang masuk pada 12 koperasi tersebut,” katanya.

Dindin mengungkapkan melalui kegiatan inkubasi koperasi ini akan timbul inovasi-inovasi dalam pengembangan usaha di koperasi tersebut. “Misalnya, ada salah satu koperasi bekerjasama dengan koperasi lainnya dengan cara menyiapkan modal untuk pengembangan usaha koperasi. Kemudian kerjasama antar koperasi dalam hal pengembangan kawasan wisata yang dikelola koperasi. Itu salah satu contoh, dan ada tujuh koperasi yang terlibat dalam kerjasama. Nilai kerjasama sebesar Rp 3,48 miliar. Selain suport anggaran, juga pengadaan bibit dan lain sebagainya,” tuturnya.

Satu hal, kata Dindin, apabika dikaitkan dengan kondisi ekonomi masyarakat, dan Bupati Bandung HM Dadang Supriatna sering menyampaikan, bahwa ada dukungan dari APBD yang berkaitan dengan inflasi.
“Nah ini, kegiatan yang kita laksanakan insya Allah berkontribusi terhadap penanganan inflasi daerah. Karena dengan kerjasama antar koperasi akan memangkas rantai pasok pemasaran produk,” ujarnya.
Dengan demikian, kata Dindin, harga bisa lebih rendah.

Dindin mengungkapkan, 12 koperasi yang dilibatkan dalam kepesertaan kegiatan inkubasi itu adalah koperasi yang sehat dan baik. “Mereka minimal dua tahun berturut-turut melaksanakan kegiatan RAT (rapat anggota tahunan). Dan itu diseleksi oleh tim, penempatannya juga seluruhnya kita serahkan kepada tim, mana yang terpilih,” katanya.

Dindin mengungkapkan, kegiatan tersebut tentunya memberikan suport terhadap program-program Bupati Bandung. “Terutama yang berkaitan dengan penanganan inflasi. Juga termasuk program prioritas,” ucapnya.

Selama ini, kata Dindin, Pemerintah Kabupaten Bandung, khususnya dari Dinas Koperasi UKM bertangungjawab terhadap hal berkaitan dengan dana bergulir. “Ternyata memang juga koperasi-koperasi itu sudah berperan dalam memberikan ruang kepada masyarakat untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang dihadapi, seperti bank emok dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Dindin menyebutkan, ke 12 koperasi itu kebanyakan koperasi produsen. “Mereka koperasi yang kebanyakan melakukan kegiatan usaha, misalnya pertanian seperti yang dilaksanakan koperasi Tricipta dalam pertanian bawang, dan koperasi lainnya yang mengelola pertanian palawija, banyak sekali produknya,” ujarnya.

Kemudian, kata dia, timbul inovasi-inovasi di koperasi, misalnya di koperasi Tricipta, salah satu koperasi yang dibina oleh Bank Indonesia yang berkaitan dengan penanganan inflasi. “Jadi banyak dari luar kota yang datang ke sana (Tricipta). Nah, ini juga jadi inovasi, bagaimana kedatangan dari luar kota memberikan kontribusi terhadap koperas (uden)

Komentar