Nia Nindiawati Berharap Program PKH dan BPNT Dapat Menurunkan Angka Kemiskinan.

26 Maret 2020 / 19:43 WIB Dibaca sebanyak: 725 kali Tulis komentar

KAB BANDUNG | BBCOM | Hampir 18 tahun masyarakat mengenal dengan Program beras Miskin (Raskin) atau Rasta yang notabenenya masyarakat menerima beras Raskin dari pemerintah, Ditahun 2018 antara bulan Januari, Pebruari dan maret Dinsos masih menerima Rasta per karung 10 kg untuk masyarakat dengan kwalitas baik dari Bulog dengan harga medium 1 atau premium 2. Karena masyarakat hanya menerima dan tidak ada istilah tebus rasta atau raskin.

Kemudian menindak lanjuti program Bantuan pangan Non Tunai (BPNT) sebetulnya Dinsos Kabupaten Bandung mengikuti pola dari 44 Kota di indonesia, dan kabupaten Bandung adalah salah satu Pilot projek terkait program BPNT. Beda polanya dengan program Rasta yang mana masyarakat menerima beras dan sebagian masyarakat dengan kepedulian sosialnya dapat berbagi dengan lainnya, Akan tetapi saat ini program BPNT tidak bisa untuk berbagi, Karena berbentuk uang yang ada di kartu KKS. (Kamis 27 maret 2020).

Kepala Bidang Penanganan Pakir miskin Nia Nindiawati SH. M.Si menjelaskan, Bahwa masyarakat yang mendapatkan Progran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dibuktikan dengan memiliki Kartu KKS yang mana pungsinya ada dua yakni untuk program PKH dan program BPNT yang mana penerima PKH sama dengan penerima BPNT.” Jelas Nia saat di wawancara ruang kerjanya Kamis 26/3/2020

Masih kata Nia, Bahwa Masyarakat yang menerima PKH adalah Besil terendah atau memang masyarakat miskin yang layak untuk mendapatkan bantuan berdasarkan proksimantes tentang peringkat miskin terendah. Apabila PKH diberi bantuan diharapkan nantinya akan Graduasi atau keluar dari kemiskinan, Sebab nantinya juga berdampak pada bidang lain, Seperti Subsidi listrik, Subsidi gas, penerima PKH dan BPNT sehingga tidak salah masyarakat miskin harus menerima Program tersebut.” Paparnya

Saat program BPNT atau PKH dengan Nominal Rp. 110.000, yang berbentuk sembako yakni Beras dan telur yang harus diterima masyarakat pertanggal 25 dibulan berjalan. Sedangkan ditahun 2020 Dinsos mulai Strike dengan adanya Perbup tentang Stanting bahwa Dinsos salah satu perangkat daerah yang berkomitmen untuk  mendampingi serta mensukseskan program daerah terkait Stanting.

Dibulan januari, pebruari dan maret tahin 2020 Program BPNT bertambah nominal menjadi Rp.150.000 dan ini jelas pihak Dinsos menekankan atau mewajibkan harus ada unsur Protein Hewani, Karbonhidrat, Vitamin dan mineral, kalau jenisnya memang seperti beras, Telur, Ikan, Buah buahan, tahu, Tempe dan sayuran dengan jumlah nominal Rp. 150.000.

Adapun Agen atau suplayernya yang memang ditunjuk pihak Dinsos, agar nantinya akan di awasi jangan yerkait kwalitasnya yang baik. Juga jangan sampai terindikasi tidak baik. Adapun keuntungan yang didapat Agen hanya 10% dan itupun hasil kesepakatan dan aturan.

Harapan kedepan dari pihak Dinsos kabupaten Bandung, semoga angka kemiskinan masyarakat kabupaten Bandung jauh lebih menurun dari rahun sebelumnya.” Harap Nia Nindiawati.   (*R/US).

Bagikan
Share
BACA JUGA  Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik Bupati Bandung Mou MPP Dengan Kemen PAN RB RI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *