oleh

Masyarakat Pedamaran Serahkan Peta Sketsa Lokasi Purun

KAYUAGUNG BBCom-Sebagai tindak lanjut dari demo solidaritas masyarakat pedamaran pekan lalu di depan kantor Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (Pemkab OKI), mereka menuntut Pemkab OKI untuk bertindak tegas terhadap pengusaha perkerbunan kelapa sawit. Pasalnya pengusaha melarang masyarakat untuk mengambil tanaman purun yang tumbuh liar di lahan gambut.

Untuk mempertahankan kearifan lokal, masyarakat menyerakan peta sketsa lokasi yang masih di tumbuhi purun, karena purun selama ini dijadikan masyarakat bahan baku untuk membuat berbagai kerajian seperti tikar, tas dan dompet. Ini merupakan merupakan mata pencarian masyarakat. Peta dari masyarakat tersebut diterima oleh Kabag Umum Pemkab OKI Yusuf Endra (1/8).

“Sekarang tanggapan pemerintah sangat positif bahkan mereka berjanji akan menangani persoalan ini dengan serius.  Makanya pemerintah memintah peta kasar/sketsa untuk ditindak lanjuti.” Ungkap Syarifudin Direktur Purun Institute kepada BBCom.

BACA JUGA  Bukti Bahwa Kerajaan Sriwijaya Terbesar di Asia.

Dikatakannya, purun sudah dijadikan aikon oleh masyarakat Pedamaran.

“Kami mengajak masyarakat agar mempertahankan kearifan lokal. Karena yang di lakukan secara turun temurun ini, terutama bagi masyarakat yang ekonomi menengah untuk bahu membahu memperjuangkan tanaman purun jangan sampai musnah”. Tegasnya. (pani games)

Komentar