BANDUNG | BBCOM – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menonaktifkan Kepala UPTD Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Tikomdik) Dinas Pendidikan Jawa Barat, Suhendar, menyusul berbagai persoalan yang muncul dalam pelaksanaan Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) 2026.
Keputusan tersebut diambil setelah Dedi Mulyadi mendatangi Dinas Pendidikan Jawa Barat dan menerima langsung berbagai keluhan dari orang tua calon peserta didik terkait kendala teknis pada sistem PCMB.
Sejumlah masalah yang dikeluhkan antara lain akun peserta yang belum terverifikasi, kesulitan mengakses sistem, data yang tidak terbaca, hingga peserta yang sebelumnya mengikuti program Sekolah Maung namun harus kembali melakukan pendaftaran melalui jalur reguler.
Dalam dialog tersebut, Dedi Mulyadi juga mempertanyakan penerapan aplikasi baru yang digunakan dalam proses PCMB. Menurutnya, aplikasi tersebut tidak terintegrasi dengan sistem yang selama dua tahun terakhir telah dibangun oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Barat.
“Sejak awal saya menetapkan kebijakan bahwa seluruh aplikasi di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat harus dibangun oleh Diskominfo. Organisasi perangkat daerah tidak diperbolehkan membangun aplikasi sendiri,” tegas Dedi.
Sebagai langkah penanganan sementara, Dedi menunjuk Kepala Bidang e-Government Diskominfo Jawa Barat, Mark Aditya, sebagai Pelaksana Harian (Plh) Kepala UPTD Tikomdik hingga ditetapkannya pejabat definitif.
“Ditangani dulu sampai ada definitif pejabat baru,” ujar Dedi.
Ia menegaskan, pengelolaan sistem penerimaan siswa harus berada di bawah kendali pejabat yang memiliki kompetensi di bidang teknologi informasi, mengingat Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 dijadwalkan mulai dibuka pada 15 Juni 2026.
Dedi juga meluruskan pemahaman masyarakat terkait PCMB. Menurutnya, PCMB bukan proses penerimaan siswa baru, melainkan tahapan pemetaan awal yang bertujuan untuk mengetahui sebaran calon peserta didik di seluruh wilayah Jawa Barat.
“Pemetaan calon murid baru (PCMB) itu tujuannya untuk memetakan seluruh siswa di seluruh sekolah provinsi Jawa Barat di sekolah-sekolah negeri,” katanya.
Ia menjelaskan, hasil pemetaan tersebut akan menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menyiapkan proses penerimaan peserta didik secara lebih terukur dan terarah sebelum pelaksanaan SPMB.
SPMB 2026 sendiri akan resmi dibuka pada 15 Juni mendatang. Setelah proses pendaftaran dimulai, calon peserta didik yang memenuhi persyaratan akan mengikuti tahapan seleksi dan penempatan sesuai ketentuan yang berlaku. (dd/dbs)















