Keikhlasan yang Murni

18 Mei 2019 / 17:56 WIB Dibaca sebanyak: 806 kali Tulis komentar

Memanggilmu Mama itu pantas bagi duniaku, di mana kasihmu yang selalu sampai di kalbu ini. Adakah yang lebih pantas menyandang nama itu yang dapat membuat duniaku seperti hembusan angin yang membawa pada kenyamanan. Terkadang hati ini selalu berteriak, ingin rasanya menyesuarakan isi hati ini kepadamu. Namun apa daya hati ini yang tidak pernah bisa diketahui oleh jasad yang mungkin tidak pernah mengerti arti kasih.

Mama, seseorang wanita yang selalu aku ceritakan kepada dunia ini betapa sangat penting dia dikehidupanku, dan duniapun merespon baik akan cerita ini dengan terlihatnya senyuman matahari, rumput yang bergoyang, dan lautan yang hening.

Aku tidak tau lagi bagaimana cara untuk membalas kasih sayangmu yang telah kau berikan selama ini Mama. Di mana kasih dan  ketulusanmu yang luar biasa hingga tidak  dapat diungkap hanya dengan kata-kata. Tanpamu mungkin aku buta apa itu arti kehidupan yang sesunggunya, engakulah yang selalu ada didekatku sehingga menjadi obat akan kebutaanku terhadap dunia ini.

Didikan yang kau berikan kepadaku dari kecil sampai saat ini menjadi tameng dan prinsip kalbu ini, sehingga aku mampu membatasi prilaku yang dapat merusak masa depanku. Kau tidak pernah penat dan letih untuk selalu mengingatkanku untuk melakukan hal yang benar, seperti ketika kau selalu bilang kepadaku “Hidup itu layaknya air dan api, jadilah air yang mengalir bukan api yang bergejolak,”. Perkataan ini selalu terngiang di benak ini. Inilah terkadang bisa disebut kekuatan hati dengan keikhlasan yang murni.

Pada malam yang hening kau selalu ibadah yang di mana kau selalu mendoakanku dengan tetesan air surga di pipi merahmu. Dengan harapan aku bisa menjadi anak yang berguna bagi bangsa dan agama ini. Terkadang aku pun selalu melihat kepenatan yang tidak pernah kau ungkapkan kepadaku hingga membuat hati ini menangis.

Balasan apa yang harus aku berikan kepadamu Mama. Aku selalu berpikir kasih sayangmu, didikanmu ,dan doamu tidak akan pernah bisa digantikan dengan hanya aku menjadi apa yang telah engkau harapkan kepadaku. Karena semua yang telah kau lakukan tidak akan pernah sebanding oleh apapun , bahkan jika dunia ini bisaku beli mungkin tetap kau tidak terbalaskan Mama. Dengan ini aku berpikir  merenung dan menyimpulkan ternyata memang benar adanya malaikat tak bersayap. (Gilang Seftian/PNJ)

Bagikan
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *