oleh

Kapolsek Pasirjambu Gandeng Ustadz dan Da’i Cegah Radikalisme

KAB. BANDUNG | BBCOM | Kapolsek Pasirjambu, AKP. H. Asep Dedi mengatakan bahwa dalam rangka mencegah paham radikalisme tumbuh di masyarakat, khususnya masyarakat Kecamatan Pasirjambu, maka pihaknya menggandeng para ustad dan Dai Khamtibmas.

“Di Kecamatan Pasirjambu, toleransi umat beragamanya sangat baik. Hanya tetap yang baik harus terus diperbaiki agar terus meningkat,” ujar Asep saat dihubungi via telepon, Jumat (11/12).

Asep menjelaskan bahwa sebenarnya Dai Khamtibmas ini memang sudah ada sejak tahun 2005. Jadi, para ustad dan Dai ini, pada saat memberikan ceramah menyisipkan materi tentang upaya untuk menghalau radikalisme di lingkungan masyarakat.

BACA JUGA  Polsek Polsek Ciwidey Patroli Gabungan Dengan TNI Koramil Ciwidey dan Satpol

“Mudah mudahan tidak ada masyarakat yang memiliki paham radikalisme,” katanya. 

Sementara itu, Ustadz Acep Rahman menyampaikan pesan kepada masyarakat  agar memperkokoh persatuan dan kesatuan umat. Yaitu dengan mengamalkan hidup berjam’ah, meninggalkan pertikaian dan permusuhan.

Selain itu, Ustadz Acep Rahman juga  menekankan pentingnya pemahaman kebangsaan yang dapat menjadi pijakan dan pondasi dalam memperkokoh kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Sebagai bangsa yang plural dan heterogen serta kaya dengan khazanah kebangsaan, maka sepatutnya kita bersyukur dan terus memantapkan kerukunan dan rasa saling menghargai sesama entitas bangsa,” tutur ustad Acep.

BACA JUGA  Bupati Bandung Diakhir Jabatan Kembali Resmikan Gedung Baru

Menurutnya, budaya dan kearifan lokal memegang peranan penting dalam rangka memantapkan hubungan kebangsaan tersebut.

“Semoga kita akan menjadi orang-orang yang bisa saling menghargai tanpa saling menyakiti, menjadi orang-orang yang berjiwa besar dengan menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi, peradaban dan kemanusiaan,” katanya.

Ustad Acep mengungkapkan bahwa tugas semua orang adalah bersama-sama untuk membekali diri, keluarga, dan masyarakat, terutama anak-anak dan generasi muda, agar tidak mudah terjebak dalam arus gerakan radikal.(*R)

Komentar