oleh

Kades Mekarsari Terus Lakukan Pembenahan Wilayah Menuju Desa Mandiri dan Desa Wisata

KBB l BBCOM – Pemerintahan Desa Mekarsari Kecamatan Cipongkor Kabupaten Bandung Barat, saat ini yang dipimpin oleh “Didi Aries” yang baru menjabat hampir dua tahun ini terlihat kemajuannya, baik pembangunan kantor Desa, jalan utama Desa dan bidang lainnya yang sudah terealisasi serta terasa manfaatnya oleh masyarakat Desa Mekarsari.

Didi Aries Terus melakukan pembenahan wilayah kerjanya demi tercapai kesejahteraan masyarakat. Dan saat ini yang jadi Skala Prioritas program Desa Mekarsari diantaranya, bidang perairan dan Infrastruktur, Maka kedua bidang tersebut termasuk program lanjutan tahun 2020 dan menjadikan harapan ditahun 2021 bisa terwujud berdasarkan hasil Musrem.

Kata Didi Aries” saya melihat kondisi wilayah Desa Mekarsari, yang dikelilingi pegunungan dan lahan pesawahan serta mayoritas mata pencaharian masyarakat lebih tinggi di bidang pertanian. sehingga dirinya lebih mengedapankan bidang perairan seperti adanya Irigasi dan saluran air pesawahan, serta sarana Air bersih untuk kebutuhan masyarakat.” Ungkap Didi Aries

BACA JUGA  Sesuai Hasil Musdessus, Kades Buninagara Salurkan BLT-DD Kepada Warga

Masih kata Didi,” selain itu juga yang jadi skala prioritas adalah bidang Infrastruktur jalan Gang ditiap RW dengan anggaran sekitar Rp.40 juta dari dana desa. Dan diharapkan tiap ketua RW bisa menjalankan dan mempergunakannya dengan baik.

Dengan adanya akses jalan yang baik, masyarakat bisa lebih cepat dan mudah dalam memenuhi kebutuhannya, dan itu semua jelas, Kesejahteraan masyarakat akan meningkat. Baik bidang pendidikan, Kesehatan, Perekonomian, Sosial dan Pertanian.”Tuturnya

“Kami selaku pihak pengelola anggaran dari pemerintah daerah dan Provinsi juga pemerintah pusat, harus bisa mengalokasikan dana tersebut pada bidang yang jadi skala prioritas. Dan kami merasa, bahwa wilayah kami adalah Desa tertinggal di bidang Air Bersih dan Infrastruktur. Maka dua bidang tersebut terus dijalankan menuju Desa yang mandiri.”

“Kami juga berharap adanya pusat perbelanjaan bagi masyarakat yang dinamakan “Desa Mart” yang mana produknya dari hasil UMKM warga dan nantinya dipasarkan diwilayah sendiri, dan berharap juga ada investor yang mau bekerja sama dari sisi modal, karena untuk saat ini anggaran dari pemerintah lebih cenderung ke masalah penangan Covud 19, jadi tidak maksimal untuk bidang dan program desa.

BACA JUGA  Irigasi Peninggalan Belanda di Desa Citalem Roboh, Program Rehabilitasi Pemerintah Tak Maksimal

Ditambahkan pula, bahwa Desa Mekarsari mempunyai wilayah yang berpotensi di beberapa bidang, yaitu bidang kuliner (ciri khas makanan), wisata, kerajinan tangan dan kebudayaan. Secara nyata wilayah desa mekarsari mempunyai wilayah yang berpotensi wisata dengan adanya “Sanghiyang lawang”. Papar Didi Aries

“Selain Desa yang mandiri, Desa wisata pun ingin saya adakan, dan saya sudah kordinasi dengan pihak Disparbud KBB sejak tahun 2020, dan alhamdulillah ajuan kami diterima pada saat itu, dan sekarang diawal tahun 2021, pihak Disparbud sudah datang kepada kami untuk menindak lanjuti pengajuan dan meninjau lokasi “Sanghiyang lawang” (*R)

Komentar