Ini Terjadi di Kab OKI Anggaran Pengadaan Raport Tidak Terserap

11 April 2018 / 14:44 WIB Dibaca sebanyak: 270 kali Tulis komentar

OKI BBCom-  Proyek pengadaan buku raport di Dinas Pendidikan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan tahun 2017 untuk siswa SD sebanyak sekitar 35 ribu eksemplar dan SMP sekitar 10 ribu eksemplar ternyata tidak seluruhnya direalisasikan. Sehingga dana yang dianggarkan Rp200 jutaan lebih untuk cetak raport SD dan Rp80 jutaan untuk cetak raport SMP dikembalikan ke kas negara.  Hal ini dikatakan Kepala Dinas Pendidikan OKI, Masherdata Musai, melalui Kabid TK/SD,  Romli,  SPd selalu PPTK proyek tersebut, saat dikonfirmasi terkait hal ini di ruang kerjanya belum lama ini.

Romli menjelaskan,  pengadaan raport tetap dilakukan, hanya saja jumlahnya tidak sampai dengan jumlah kesepakatan awal. Hal ini dikarenakan,  sekolah yang telah melaksanakan kurikulum 2013 tidak diikuti sertakan dalam pengadaan raport itu. “Mereka buat sendiri sendiri di sekolah. Karena format raport sekolah kurikulum lama dan kurikulum 2013 berbeda.” jelas Romli.

Lanjut Romli, dari dana yang ada sebelumnya diperkirakan harga satuan raport sekitar Rp7000 an. Karena jumlahnya tidak mencapai dari jumlah awal,  maka kelebihan dana dikembalikan ke kas daerah. “Dananya kita kembalikan ke kas daerah.” kata Romli.

Kendati dalam demikian menjelaskan hal tersebut,  namun  Romli tidak melibatkan bukti pengembalian sisa dana itu ke kas daerah.

Katua LSM Libra Kabupaten OKI,  Siti Aisyah, menanggapi  hal ini,  jika suatu proyek yang anggaran sudah diketuk Palu oleh anggota DRPD,  maka untuk revisi proyek tersebut harus ada persetujuan Dari juga, dan jika ada kelebihan dana seperti  halnya proyek pengadaan raport,  seharusnya pihak bersangkutan harus bisa menunjukkan bukti pengembalian kelebihan dana tersebut,  yang juga mesti diketahui pihak Kejaksaan. “Seharusnya seperti itu.” kata Siti Aisyah.

Dalam hal ini,  kata Siti Aisyah pihaknya juga akan mempertanyakan persoalan ini kepada pihak instansi terkait.  Sehingga tidak ada kecurigaan terkait pelaksanaan proyek pengadaan  raport tersebut.”Kita siap kalau hal itu harus diselidiki.”ujar Siti. (Pani games)

Bagikan
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *