oleh

Gerakan Bongkar Jembatan Montaya, Bentuk Kekecewaan dan Emosional masyarakat.

KBB | BBCOM | Karena sangat mengkhawatirkan keselamatan dan kenyamanan bagi pengguna jembatan Montaya serta intensitas masyarakat yang sangat tinggi, maka masyarakat setempat akhirnya beritikad membongkar jembatan peninggalan jaman penjajahan Belanda itu.

Namun di balik itu semua, secara kasat mata disini bisa di pahami, bahwa itu adalah aspirasi masyarakat Gununghalu yang sangat diharapkan, dan menjadi perhatian bagi para pemangku kebijakan di Pemda KBB khususnya Dinas PUPR.

Gerakan pembongkaran atau perbaikan jembatan ini merupakan bentuk emosional dan kekecewaan masyarakat Gununghalu, karena selama ini sudah bertahun tahun seolah tak diperhatikan kondisi Jembatan Montaya, dan hanya iming-iming saja yang diterima masyarakat Gununghalu.

Jembatan Montaya Gununghalu adalah sarana penghubung yang strategis serta terbilang jembatan peninggalan masa jaman belanda. apalagi letaknya berada di tengah tengah Ibu Kota Kecamatan Gununghalu, bukan hanya Kantor Kecamatan saja, tetapi semua kantor instansi dan institusi berada di tempat itu,juga Masjid Raya termasuk salah satu icon Gununghalu yang berada Di wilayah tersebut yang tepatnya berada di Desa Sirnajaya Kecamatan Gununghalu.

BACA JUGA  Kades Sirnajaya, Langsung Pimpin Giat PPKM Skala Mikro Tahap-3

Bukan saja sebagai sarana penghubung antara beberapa daerah di wilayah Gununghalu,Akan tetapi sebagai fasilitas penunjang hajat mayarakat yang beraktivitas sehari hari dan juga sebagai peningkatan perekonomian masyarakat di Wilayah selatan Bandung Barat.

Dilihat dari usia jembatan Montoya saat ini terbilang satu abad lebih, maka sudah sepantasnya mendapat perhatian dari Pemerintah Daerah untuk direnovasi, sepantasnya juga lebih diprioritaskan.

BACA JUGA  Warga Desa Mekarwangi Senang, Jalan Datar Puspa di Perbaiki

Menurut, salah satu warga yang tak mau disebut namanya, bahwa selama ini masyarakat sekitar berpura pura buta dan tuli, padahal ingin melihat sejauh mana perhatian dan kejelian pemerintah terhadap kondisi tersebut, maka dengan tidak adanya reaksi dari pemerintah dan Dinas PUPR KBB, masyarakat sekitar mengadakan gerakan Pembongkaran jembatan secara bersama sama.” Ungkapnya.

Bahkan sarana jalan umum dan jalan raya pun terbilang parah atau rusak, Padahal Infrastruktur jalan merupakan sarana penghubung dan peningkatan ekonomi masyarakat, Seperti jembatan Gantung di Desa Bunijaya kecamatan Gununghalu sebagai penghubung kewilayah kecamatan Rongga juga sudah tak layak untuk dilalui dan sangat berbahaya bagi pengguna. (*R)

Komentar