FRDB Gelar Aksi Damai Di KPK

12 November 2019 / 18:55 WIB Dibaca sebanyak: 293 kali Tulis komentar

PESERTA aksi damai dari FRDB di depan gedung KPK jalan Kuningan Jakarta Selasa (12/11/2019)

BANJAR | BBCOM | Forum Reformasi Dinasti Banjar (FRDB) menggelar aksi damai di depan gedung komisi pemberantasan korupsi (KPK) jalan Kuningan Jakarta. Aksi damai ini digelar bertujuan mendorong KPK untuk segera mengusut tuntas  kasus dugaan korupsi yang terjadi di kota Banjar. ” Kami mendorong KPK segera mengusut tuntas kasus dugaan korupsi di kota Banjar,” kata ketua FRDB Soedrajat Argadireja pada ruber Selasa (12/11/2019)

Kata dia, KPK sudah hampir satu tahun menangani kasus dugaan korupsi di kota paling timur Jawa Barat ini. Dia mengatakan, dirinya sendiri sudah dua kali dipanggil KPK untuk dimintai keterangan soal infrastruktur di Dinas PUPR kota Banjar tahun 2012 – 2017. Selain soal infrastruktur dia juga dimintai keterangan soal mahar politik saat pilkada kota Banjar tahun 2013. Pasalnya saat pilkada 2013 lalu dirinya itu merupakan sekjen tim koalisi pemenangan dari pasangan Ade Uu Sukaesih – Darmadji Prawirasetia. ” KPK sudah hampir satu tahun menanganinya. Maka dari itu kami berharap segera diusut sampai tuntas,” harap pria yang akrab disapa Ajat Doglo

Selain dirinya, beberapa pejabat di lingkungan pemkot Banjar dan anggota DPRD kota Banjar dimintai keterangan oleh KPK. Maka dari itu, aksi damai di KPK digelar sebagai bentuk kepedulian warga Banjar agar kota Banjar itu bersih dari korupsi. Pasalnya kata Ajat, korupsi itu merugikan keuangan negara dan juga menyengsarakan masyarakat. ” Ini bentuk kepedulian kami ke kota Banjar agar di Banjar bersih dari korupsi,” ungkapnya

Selain berorasi lanjut Ajat, peserta aksi damai yang merupakan warga Banjar ini membentangkan puluhan spanduk dukungan terhadap KPK. Usai berorasi di depan gedung KPK dia dan perwakilan dari FRDB yang juga mantan wakil walikota Banjar Ahmad Dimuati diberi kesempatan masuk dan menemui orang KPK langsung. ” Kami menanyakan soal kasus yang saat ini ditangani oleh KPK di Banjar. Kata orang dari KPK masih berjalan,” terangnya (Johan)

Bagikan
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *