oleh

Drainase Sepanjang 800 Meter Cipatik-Soreang Sesuai Target

KAB.BANDUNG I BBCOM | Pelaksanaan proyek pengerjaan drainase sepanjang 800 meter yang dimulai dari Cipatik-Soreang antara wilayah kabupaten Bandung dan wilayah kabupaten Bandung Barat. Pelaksanaan proyek drainase yang bersumber dari APBN (Kementrian PUPR) tahun 2020. Pengerjaan sudah hampir 80%., di mulai dari tanggal 9 Agustus 2020 capai target kurang lebih 2 minggu atau 15 hari kerjaan. 

Kepala pelaksana pengerjaan drainase Mamat (55 tahun) menjelaskan bahwa pengerjaannya selama ini terbilang ektra hati hati, mengingat pandemi corona yang setidaknya harus waspada dan mengikuti himbauan protokol kesehatan, Safety perlindungan keamanan saat bekerja selalu dikenakan para pekerja lapangan termasuk pelaksana.

BACA JUGA  Anggota Dewan Fraksi PAN Harus Berani Tampil dan Menampung Aspirasi Masyarakat.

“Kami sebelumnya sudah berkoordinasi dengan pihak terkait dari dua desa, dua kecamatan, dan pihak dari dua pemda,. Serta tokoh masyarakat untuk pekerjaan drainase sepanjang 800 meter, tebal 25 cm, lebar 80 cm, kedalaman 63 cm sesuai spek proyek.” ungkapnya saat dikonfirmasi BBCOM Rabu 30/9/2020.

Alhamdulillah saat awal pengerjaan proyek tersebut kami di bantu juga oleh masyarakat yang terdekat sejumlah 120 orang dan sekaligus karyawan proyek.” Tutur mamat

Walaupun pekerjaan drainase sipatnya padat karya, namun kualitas pekerjaan sesuai spek, baik material, juga sudah sesuai harapan dari pemerintah pusat. Kalau dilihat dari situasi saat ini wilayah tersebut terbilang rawan banjir Cileuncang, maka dengan pembangunan tersebut diharapkan dapat meminimalisir kebanjiran di saat penghujan.

BACA JUGA  PTPN VIII Bantu Warga Kampung Sindang Reret Korban Kebakaran

Ohim (60 tahun) memaparkan, kalau saat penghujan selalu banjir karena saluran penanmpung air (Got) selalu meluap, sehingga jalan raya Cipatik-soreang selalu banjir cileuncang. Saya sangat berterima kasih pada pemerintah pusat, daerah, dan provinsi yang sudah merealisasikan harapan masyarakat, baik KBB dan kabupaten Bandung.” Ungkap Ohim tokoh masyarakat (*r)

Komentar