KAB. BANDUNG | BBCOM – Bupati Bandung, H.M. Dadang Supriatna, menargetkan pengentasan kemiskinan ekstrem hingga nol persen pada tahun 2026. Hal ini disampaikannya saat menghadiri kegiatan Rembug Warga bertema Koordinasi Pengentasan Kemiskinan dan Optimalisasi Pelaksanaan Inpres No. 8 Tahun 2025, yang digelar di Lapangan Mini Soccer, Desa Wangisagara, Kecamatan Majalaya, Sabtu (21/6/2025).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Menko Pemberdayaan Masyarakat RI Abdul Muhaimin Iskandar, Wakil Ketua DPR-RI Cucun Ahmad Syamsurijal, serta Anggota DPR RI Asep Romy Romaya.
“Kami bersepakat bahwa pengentasan kemiskinan ekstrem adalah kewajiban bersama. Target kita di tahun 2026 adalah nol persen kemiskinan ekstrem di Kabupaten Bandung,” ujar Kang DS, sapaan akrab Bupati Dadang Supriatna.
Saat ini, angka kemiskinan ekstrem di Kabupaten Bandung tercatat 0,5 persen, turun signifikan dari tahun 2021 yang berada di angka 1,78 persen.
Untuk mencapai target nol persen, Pemkab Bandung mengusung strategi kolaborasi lintas sektor, melibatkan pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, hingga desa, dengan mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (SEN).
“Nanti kita bagi intervensinya berdasarkan kewenangan. Siapa yang tangani, dari APBN, APBD provinsi/kabupaten, maupun anggaran desa,” jelas Kang DS.
Bupati Dadang menegaskan bahwa indikator utama kemiskinan ekstrem adalah keberadaan rumah tidak layak huni (rutilahu). Sejak menjabat, pihaknya telah menyelesaikan 29.347 unit rutilahu melalui kolaborasi, terutama dengan Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal.
“Menyelesaikan rutilahu itu butuh Rp 50 juta per keluarga. Target kita, dalam tiga tahun mendatang, semua rutilahu tuntas,” katanya.
Wakil Ketua DPR-RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, menyampaikan apresiasi atas capaian Pemkab Bandung. Ia menekankan pentingnya akurasi data dalam pendataan kemiskinan.
“Jangan sampai kemiskinan jadi komoditas. Data harus akurat agar bantuan tepat sasaran,” ujar Cucun.
Ia juga menyampaikan dukungannya terhadap Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025 yang fokus pada pengentasan kemiskinan secara menyeluruh.
“Kita putus rantai kemiskinan. Jangan diwariskan ke generasi berikutnya. Ini tanggung jawab bersama,” tegasnya
Bupati Dadang Supriatna optimis, melalui sinergi lintas sektor dan dukungan pusat, Kabupaten Bandung akan mampu mewujudkan zero kemiskinan ekstrem di 2026.
“Dengan semangat pentahelix dan kolaborasi, kita siap wujudkan Kabupaten Bandung yang lebih Bedas, maju, dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045,” tandasnya. (***)















