BPTH Wilayah 1 Sumsel Berikan Bibit Tanaman Gratis Kepada Masyarakat di Desa Menang Raya

28 November 2019 / 17:40 WIB Dibaca sebanyak: 555 kali Tulis komentar

OKI | BBCOM | Dalam rangka Gerakan Nasional Pemulihan Daerah Aliran Sungai ( DAS ) Balai Penelitihan Tanaman Hias (BPTH) Wilayah 1 Sumatera Selatan, berikan bantuan bibit gratis kepada masyarakat desa Menang Raya Kecamatan Pedamaran Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Acara berlangsung pada hari Kamis bertempat SMA Meranti Pedamaran tersebut dihadiri para dosen dan mahasiswa Unsri, PGRI, Camat, Polres dan Danramil serta siswa SMA Meranti.

Kepala BPTH Wilayah 1 Sumsel Riza Yanuardie mengatakan, penanaman selama ini kurang begitu efektif, untuk itu sekarang dilakukan melalui masyarakat dan ada 2.500.000 pohon bibit gratis.

“Silahkan masyarakat datang untuk belajar maupun melakukan penanaman, karena ini merupakan apesiasi pendidikan dalam penanaman nilai krakter cinta lingkungan” ujar Riza dalam sambutannya (28/11/2019).

Riza juga mengatakan, terobosan baru dengan memanfaatkan kearifan lokal yaitu pembibitan dengan menggunakan polibek purun merupakan pola baru dalam peningkatan nilai ekonomis, dan berapa jenis tanaman yang dibagikan kemasyarakat Menang Raya yaitu Sirsak, Mahoni, Ketapang, jelutung keseluruhan berjumalah 1000 batang.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya dalam sambutannya yang disampaikan oleh Suparedi S.Pd (Kades Menang Raya) Gerakan Nasional Pemulihan Daerah Aliran Sungai (GNPDAS) yang dicanangkan pertama kali tahun 2018, merupakan sebuah gerakan yang diinisiasi oleh menteri LHK, bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memulihkan hutan dan lahan serta penyelamatan sumber daya air. Produktivitas lahan, perubahan iklim dan pencegahan bencana hidrometerorologi. sedangkan GNPDAS merupakan pengembangan atas agenda tahunan penanaman pohon pada kegiatan Hari Menanam pohon Indonesia (HMPI) dengan perspektif yang lebih luas yaitu pemulihan lahan kritis di hulu DAS.

Hal ini searah dengan presiden R.I bahwa penangan wilayah kritis harus dilakukan secara komprehensif dengan prinsip, keterpaduan pekerjaan penanaman, sipil teknis dan teknik pembibitan, serta mengaktiplan semua unsur/elemen. Partisipaai masyarakat selain mengatasi permasalah lingkunganan, penanganan wilayah kritis harus menghasilkan perubahan dalam membangun kesempatan kerja dan mengatasi kemiskinan.

Suparedi menambahkan GNPDAS tahun 2019 ini bertema “Pulihkan Lahan, Membangun Masa Depan” karena saat ini kita mempunyai lahan kritis 14 juta hektar yang tersebar di 17 ribu DAS di Indonesia. lahan tersebut harus  dipulihkan dengan meningkatkan produktivitas melalui kegiatan penanaman dan membangun konservasi tanah dan air seperti teras, dan penahan, gully pluq, embung serta mengembangkan usaha tani konservasi seperri agroforestri.

Selain membacakan sambutan Menteri LHK, Pak Kades Menang Raya ini juga menyampaikan pesan Presiden RI Joko Widodo, dalam pesan tersebut Presiden mengatakan untuk mengembangkan pembibitan melaui Kebun Bibit Desa (KBD) DISEKITAR LAHAN KRITIS didalam maupun disekitar hutan bersama masyarakat mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah, kalangan swasta dan masyarakat serta Kementerian LHK bersama sama mengembangkan KBD.

Pada musim hujan tahun 2019  – 2020 ini Kementerian LHK akan membangun 1000 KBD disamping 51 persemaian Modern dalam skala besar di wilayah calon lokasi ibu kota Negara, dan empat persemaian dikawasan trategis lainnya yaitu di Toba Sumatera Utara, Labuan Bajo NTT, Mandalika NTB, dan Likupang Sulawesi Utara. (pani)

Sekda OKI H. Hosein S.Pd, juga menyampaikan, bahwa pemerintah daerah Kab. OKI sangat apresiasi adanya kegiatan ini dalam upaya peningkatan kualitas lingkungan hidup dan kesejaterahan masyarakat. Sekda juga menggambaran keberadaan Kab.OKI yang luasnya hampir 75% rawa gambut serta banyak rentangan sungai bahkan lahan gambut mempunyai dampak positif dan negatifnya, dan merupakan kearifan lokal di wilayah pedamaran.

Sekda berharap kegiatan ini dapat berjalan secara berkesinambungan sehingga pembinaan yang dilakukan oleh pemerintah bisa menghasilkan secara ekonomis.

Bagikan
Share
BACA JUGA  ODP Virus Corona RSUD Kayuagung Membaik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *