Berdaya Bersama Tani Hanjeli: Tingkatkan Produk Lokal Berbahan Pangan Alternatif

1 November 2019 / 09:51 WIB Dibaca sebanyak: 282 kali Tulis komentar

SUMEDANG | BBCOM | Indonesia dengan kekayaan alam dan pangannya yang melimpah, mendorong setiap insan yang hidup di Indonesia untuk bertani. Demi memanfaatkan lingkungannya dengan optimal dan efisien, serta memberikan kontribsi kepada masyarakat. Salah satunya apa yang dilakukan oleh Koperasi Warga Tani (KWT) Pantastik.

Pada Rabu (30/10/2019), menjadi momen penting Dompet Dhuafa menjalin kerja sama dengan KWT Pantastik dengan mengusung tajuk “Program Pengembangan Usaha Tanaman Pangan Lokal Hanjeli” di Desa Sukajadi, Kecamatan Wado Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Sebelumnya Dompet Dhuafa menginisiasi program Call for Proposal, sebuah program untuk menjaring ide sekaligus menarik mitra pelaksana program yang mampu menjalankannya. Sebagai program pemberdayaan dengan skema dana hibah bergulir. Salah satu pemengan Call for Proposal 2019 adalah KWT Pantastik.
“Ini merupakan peluang dan langkah nyata untuk mendukung Program Diversifikasi pangan Kementrerian Pertanian yang telah dilaksanakan sejak 2018 di Indonesia,” ujar Tri Udhi Kurniawan, selaku General Manager Ekonomi Dompet Dhuafa dalam sambutanya.
KWT Pantastik bertani dan mengolah hasil tanaman hanjeli sebagai alternatif pengganti bahan pangan pokok. Karena kandungan karbohidrat tanaman hanjeli itu sebesar 76,4%, sedangkan beras sebesar 87.7%.
“Dengan persentase kandungan karbohidrat seperti itu, hanjeli dapat menjadi pengganti nasi. Selain itu, hanjeli juga mudah dibudidayakan dan tahan terhadap hama penyakit,” ujar Anisah, selaku ketua KWT Pantastik dalam sambutannya.
Selain mendapatkan suntikan dana. Nantinya Dompet Dhuafa akan terus memberikan pendampingan terhadap KWT Pantastik, seperti memfasilitasi pelatihan olahan hanjeli, produksi, distribusi hingga pemasaran.
Anisah juga menambahkan, ”Nantinya di gedung tersebut, pelatihan-pelatihannya berlangsung. Walaupun memang masih dalam pembangunan”.
Turut hadir dalam acara tersebut Indra Fahmi, selaku Direktur PIBI (Pusat Inkubasi Bisnis IKOPIN), Edy Kusnadi, selaku Kabid Ketahanan Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Sumedang, Sajidin, selaku Kabid Koperasi Dinas Kop & UMKM Kabupaten Sumedang, serta Sandi Darniadi, selaku tim peneliti BB Pascapanen.
Tri Udhi Kurniawan melanjutkan, ”Ini merupakan opimalisasi peran kelembagaan KWT Pantastik agar kegiatan bsinis agroindustry tersebut semakin kuat, berkesinambungan dan berdampak signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan bagi mustahik”. (***)
Bagikan
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *