Aher Lantik Sebanyak 166 Kepsek SMA-SMK dan SLBN se Jabar

21 Maret 2018 / 08:34 WIB Dibaca sebanyak: 278 kali Tulis komentar

JABAR BBCom-Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Firman Adam mengatakan, untuk mengisi kekosongan jabatan Kepala Sekolah SMA, SMK dan SLBN di yang tersebar di 27 Kabupaten/Kota se Jabar, pemerintah provinsi Jabar melantik sebanyak 166 Kepala Sekolah. Pelantikan dan pengambilan sumpah dipimpin langsung Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, di Aula Ki Hajar Dewantara, Disdik Jabar, Selasa (20/3/18).

Menurut Firman Adam, sampai minggu kedua bulan Maret 2018 ini, cukup banyak Kepala Sekolah yang telah memasuki masa pensiun, untuk itu agar tidak terjadi kekosongan, maka perlu segera diangkat dan dilantik secara definitive beberapa kepala sekolah agar tidak mengganggu kelancaran proses belajar mengajar.

“Pelantikan kali ini ada sebanyak 166 kepala sekolah yang dilantik, yaitu kepala sekolah SMA,SMK dan SLBN yang tersebar di di 27 Kab/kota”, kata Firman Adam saat ditemui usai acara pelantikan.

Dikatakan, bila pada bulan April, Mei dan Juni ada kepala sekolah yang pensiun, maka tentunya perlu segera dilantik Plt Kepsek, sambil menunggu pelantikan Kepsek Definitif. Namun, walaupun Kepseknya masih Plt, tapi dibolehkan untuk penandatanganan, Surat Keterangan Kelulusan, Ijazah dan NEM. Jadi tidak akan menghambat proses belajar mengajar. Kalau dulu memang tidak boleh, ujarnya.

100% UNBK

Bagaimana persiapan Disdik Jabar dalam menghadapi Ujian Sekolah Berstandar Nasinal (USBN) dan UN SMA, SMK dan MAN tahun 2018 ?.. , menurut Firman, persiapan sudah kita siapkan secara maksimal, baik itu sarana prasarana, bahkan pihak sekolah (guru dan peserta) telah melakukan berbagai rangkaian kegiatan simulasi, diantaranya pendalaman mata pelajaraan (pemantapan), membahas soal-soal UN tahun lalu yang langsung kerjakan di komputer.

Kenapa pembahasan bank soal dikerjakan langsung di komputer, karena tahun ini 100 persen sekolah SMA Negeri/ Swasta, SMK Negeri/Swasta dan MAN se Jabar menerapkan Ujian Nasional Berbasis Komputer ( UNBK), jadi tahun ini tidak ada lagi sekolah menggunakan kertas pensil dalam menjawab soal UN.

Bagi sekolah yang melum memiliki perangkat computer yang memadai, tentunya dapat bekerjasama dengan sekolah yang telah memiliki fasilitas computer atau sebagai penyelenggara UN mandiri. Namun, bisa juga siswanya yang ikut UN ke sekolah yang memiliki fasilitas computer atau komputernya yang dipinjam. Bahkan dibolehkan siswa membawa Laptop sendiri.

“ Target kita seluruh sekolah SMA- SMK Negeri maupun Swasta dan MAN, tahun 2018 menerapkan ujian UNBK ( 100%), tahun lalu baru 84 %, tapi tahun semua berbasis computer”, ujarnya.

Lebih lanjut Firman mengatakan, guna mengantisipasi gangguan teknis, seperti mati lampu dan soal sulit di download, hal ini juga sudah kita antisipasi. Bahkan sudah ada kerjasama Kemendikbud dengn PLN Pusat yang juga ditindak lanjuti oleh Disdik dan PLN tingkat Prov, Kab/kota, UPT Kecamatan sampai kelurahan /Desa.

Pelaksanaan UNBK tidak 100% murni online, online pada saat siswa mengambil soal/mendownload soal lalu masuk ke server, setelah offline. Jadi selama siswa mengerjakan soal dan memberikan jawaban dalam kondisi offline yang ditampung di server. Setelah semua siswa beres menjawab, barulah 10 menit kemudian dikirim pusat (upload) ke server Puspendik Kemendikbud secara online.

Firman juga menghimbau kepada seluruh siswa kelas XII baik SMA,SMk dan MAN untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin, tingkatkan belajar dan kurangi aktifitas diluar sekolah, fokuskan dulu untuk mengahadapi UNBS dan UNBK. Dan kepada para orang tua/wali murid, mohon ingatkan putra/i nya untuk belajar, agar lulus dengan hasil terbaik, himbaunya, (red)

Bagikan
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *