KAB.BANDUNG | BBCOM – Sabtu, 20 Agustus 2026, Ketua Fraksi PKB DPRD Kabupaten Bandung, H. Tarya Witarsa, S.Ag hadir pada acara Mujahadah yang diselenggarakan DPC Kabupaten Bandung di Kantor DPC PKB Kabupaten Bandung. Acara yang dikanjutkan dengan tirakat politik dan do’a bersama menjelang Muktamar NU ke 35 itu dihadiri oleh jajaran pengurus, kader dan simpatisan partai berlambang bola dunia itu dalam suasana yang penuh hidmat.
Kegiatan itu merupakan ruang kebersamaan sebagai ikhtiar untuk memperkuat nilai-nilai keislaman sekaligus meneguhkan semangat pengabdian kepada masyarakat. “Kegiatan ini bukan sekadar berkumpul dan membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an, tetapi menjadi momentum untuk menyatukan hati, memperkuat silaturahmi, dan menumbuhkan semangat khidmat dalam menjalankan amanah perjuangan,” ujar Tarya
Dikatakan Tarsa, bersama para pengurus dan kader, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa perjuangan politik harus senantiasa berjalan beriringan dengan nilai agama, ketulusan, kebersamaan, dan kepedulian terhadap umat. “Semoga mujahadah dan tadarus ini menjadi wasilah untuk memperkuat persaudaraan, meneguhkan komitmen pengabdian, serta menghadirkan kebermanfaatan yang lebih luas bagi masyarakat Kabupaten Bandung.”
Pelaksanaan acara yang dilaksanakan secara hibryda dimana seluruh jajaran pengurus inti hadir secara langsung di kantor DPC PKB, juga diikuti secara daring via zoom oleh sebagian kader dari berbagai wilayah kecamatan.
Acara Mujahadah yang digelar di Kantor DPC PKB Kabupaten Bandung itu diisi dengan tahlil, pembacaan holawat, istightsah Hadlratus Syaikh Hasyim Asy’hari yang dipimpin oleh Ketua Dewan Syuro PKB Kabupaten Bandung KH. Wawan Sofwan.
Pada kesempatan itu hadir juga Wakil Ketua DPRD RI Cucun Ahmad Syamsurijal yang juga sebagai Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat PKB. Dikatakannya, doa bersama menjadi bagian dari ikhtiar agar kader PKB tetap memegang nilai Ahlussunnah wal Jamaah serta tidak kehilangan arah dalam menjalankan politik.Referensi Geografis. “Yang kami mohon bukan sekadar kelancaran agenda, tetapi juga kejernihan bagi para ulama dan masyayikh yang akan menjalankan muktamar. Jangan sampai ada kepentingan yang justru mengganggu persatuan NU,” kata Cucun.
Ditegaskan oleh Cucun, politik yang dijalankan kader PKB harus tetap memiliki pijakan moral. Karena itu, kekuatan spiritual dinilai sama pentingnya dengan kekuatan organisasi dan elektoral. “Melalui mujahadah ini kami memohon agar kader PKB istiqomah mengabdi kepada rakyat, memperjuangkan nilai-nilai ahlussunnah wal jamaah, dan menjalankan politik yang santun serta berpihak kepada kaum dhuafa,” tandasnya
Mengingat acara Mujahadah dan Tirakat Politik itu berkaitan dengan dengan Muktamar NU, Cucun memohon, kegiatan yang dillaksanakan bukan sekedar kelancaran agenda, tetapi juga kejernihan bagi para ulama dan masyayikh yang akan menjalankan muktamar. Jangan sampai ada kepentingan yang justru mengganggu persatuan NU,” kata Cucun.
Dr. HM Dadang Supriatna selaku Ketua DPC PKB Kabupaten Bandung yang juga hadir mengatakan, bahwa tirakat politik bukan sekadar kegiatan ritual. “Mujahadah menjadi bagian dari upaya membangun kejernihan berpikir dan kebijaksanaan kader ketika menjalankan aktivitas politik. Kader jangan hanya kuat secara politik, tetapi juga harus memiliki kekuatan batin. Itu yang kami ikhtiarkan melalui mujahadah dan tirakat politik ini,” pesan Dadang.















