Mengapresiasi Perkembangan dan Kemajuan Koperasi SBMU Sebagai Koperasi Mandiri dan Inovatif

Sosok dibalik kemajuan Koperasi SBMU : H. jumeri (kaos crem) selaku ketua koperasi, H. Mulyono (jaket hitam) selaku anggota pengawas koperasi.

KOTA CIMAHI | BBCOM – September 2012 merupakan tonggak awal berdirinya Koperasi Sawargi Bangun Mandiri Utama (SBMU). Dalam kurun waktu 14 tahun hingga kini (2026) Koperasi SBMU mampu berkembang menjadi koperasi yang cukup maju, mandiri dan inovatif.

Kemajuan itu tidak serta merta diraih begitu saja, tetapi ditunjang oleh SDM yang menurut ketua Koperasi H.Jumeri kuncinya adalah telaten, konsisten, ulet, sabar dan bertanggung jawab. “Kalau soal pengetahuan dan ilmu tentang bagaimana mengelola koperasi yang baik, dengan sendirinya akan  diperoleh sambil berjalan,” ujar H. Jumeri ketika ditemui di kantornya kawasan Lembur Sawah, Cimahi Selatan, Sabtu (30/5/2026).

Menurut H. Jumeri, awalnya Koperasi SBMU adalah koperasi simpan pinjam yang hingga saat ini masih menjadi “core” usaha. “Namun kemudian berkembang ke bidang usaha lainnya yaitu perdagangan dan jasa, termasuk jasa travelumroh yang berjalan hingga sekarang. Jasa travel ini bahkan sudah memberangkatkan 3 rombongan umroh. Rencananya di bulan Desember tahun ini akan ada lagi rombongan umroh yang diberangkatkan,” papar H. Jumeri yang sudah dipercaya menjadi ketua koperasi selama 3 periode semenjak tahun 2015.

“Saat ini koperasi SBMU memiliki 10 karyawan terdiri dari 3 oang pengawas dan 7 pengurus. Sedangkan Jumlah anggota koperasi hingga saat ini  sebanyak 1.600 lebih. Dari 1.600 anggota, yang aktif sekitar 1.400 anggota. Anggota koperasi sebanyak itu tidak hanya berasal dari kawasan Kp. Lembur Sawah dan sekitarnya, tetapi tersebar di Kota Bandung, Soreang, bahkan sampai ke Lembang. Untuk keanggotaan, siapapun boleh menjadi anggota asal dibawa oleh anggota yang sudah tercatat sebagai koperasi SBMU. Hal ini merupakan seleksi keanggotaan agar calon anggota koperasi sudah cukup dikenal oleh anggota koperasi SMBU . Tentu saja diperlukan juga identitas diri calon anggota. “ jelas H. Jumeri.

Dijelaskannya, Sebagai koperasi masyarakat yang berbeda dengan koperasi pegawai, kehadiran dan aktivitas anggota menjadi hal penting. “Alhamdulillah hingga saat ini setiap hari anggota koperasi yang aktif, baik yang mendaftar, mengajukan pinjaman, dan yang membayar pinjaman jumlahnya tidak pernah sedikit. Setiap bulan sekitar 70 % anggota yang aktif.

Saat ini koperasi SBMU bahkan mendapat kepercyaaan dari Badan Gizi Nasional untuk mengelola program MBG. Pengelolaannya sudah sesuai dengan standar kesehatan dan gizi nasional. “Pengelolaan MBG ini sudah ada gedung, dan peralatannya disupport oleh koperasi. MBG ini sekarang menjadi bagian dari usaha perdagangan di koperasi SBMU.”

Pada kesempatan yang sama, anggota pengawas Koperasi SBMU, H.Mulyono menambahkan, dirinya sering ditugaskan oleh ketua untuk mengikuti pelatihan koperasi di Kementrian Koperasi. “Didalam mengelola koperasi intinya adalah “amanah” sehingga kita diercaya oleh anggota. Saya sebagai pengawas tidak hanya berdiam diri di belakang meja tetapi juga sering mempromosikan koperasi SBMU ke masyarakat. Hal itu biasanya dilakukan sambil acara touring dan refreshing dengan anggota koperasi. Bahkan kita suka mengundang dari dinas koperasi untuk turut serta touring, dan pada kesempatan itu pihak dari dinas memberikan masukan materi yang berkaitan dengan  pengelolaan koperasi yang baik.

“Pada kesempatan seperti itu, kita juga memberikan door prize sebesar Rp.500.000,- sebagai DP Umroh. Selanjutnya kalau mau umroh biaya ditalang oleh koperasi sebesar 15 juta dan pengembaliannya tidak dikenakan bunga dan tambahan jasa apapun”. Timpal H.Mulyono.

Selama ini, kata H. Jumeri lagi, pihaknya senantiasa berkomunkasi dan berkoordinasi dengan Dinas Koperasi Kota Cimahi. “Kita senantiasa berinisiatif untuk berkomunikasi dan berkoordinasi dengan Dinas Koperasi Kota Cimahi untuk mendapatkan pembinaan. Jadi kita tidak menunggu pembinaan, tetapi kita berinisiatif jemput bola mendatangi Dinas Koperasi untuk terus mendapatkan pembinaan,” tegas H. Jumeri

Atas keberhasilan dan kemajuan yang telah dicapai, maka ke depan Koperasi SBMU sudah memiliki 12 visi yang rencananya akan diwujudkan pada tahun 2030. Kedua belas visi itu adalah : (1). Anggota akif produktif menjadi 2000 orang, (2). Sistem IT sudah benar benar beroperasi, (3). Pelayanan semakin baik mirip perbankan, (4). Saldo/aset 15 Milyar, (5). Aset simpan pinjam 7 milyar, (6). Aset Jasa 4 milyar, (7). Aset perdagangan 4 milyar, (8). Omset perputaran uang 45 milyar/tahun, (9). Pendapatan 3,6 milyar/tahun, (10). Kredit macet dibawah 8 %, (11). Peningkatan SDM koperas, (12). Kantor/gedung koperasi sudah dimiliki.

Untuk mewujudkan visi tahun 2030 itu, H. Jumeri optimis akan bisa dicapai. (teddy)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *