Peningkatan Infrastruktur dan Peningkatan Kualitas Layanan Dasar Masih Menjadi Strategi Pemda KBB Tahun 2026

Oleh : Teddy Guswana (Redakur Bandung Berita)

Adanya Pro Kontra terhadap kebijakan dan program yang  dijalankan oleh  pemerintah daerah adalah hal wajar dan memang seharusnya muncul  ke permukaan sehingga akan menjadi koreksi bagi pemimpin daerah dan jajarannya tentang sejauh mana pogram telah dicapai dan seberapa besar masalah yang masih harus diselesaikan Tentu saja Pemimpin Daerah tidak boleh alergi terhadap kontrol dan kritik tetapi justru harus menjadikanya sebagai masukkan dalam setiap pengambilan keputusan, karena apapun kondisinya, setiap langkah kebijakan dan program muaranya adalah untuk kepentingan masyarakat.

Dalam kaitan dengan Kabupaten Bandung Barat (KBB), kebijakan dan program Bupati Jeje Ismail yang sudah setahun lebih menakhodai KBB tidak bisa dipungkiri ternyata tetap diwarnai pro dan kontra. Beberapa elemen masyarakat rajin menyoroti kekurangan kekurangan yang memang masih ada di sana sini.

Statemen dari  beberapa elemen masyarakat di KBB tentu saja perlu diakomodir karena hal  itu merupakan bagian dari kebebasan berpendapat yang dijamin oleh demokrasi. Tapi rasanya kurang fair jika dibalik itu tidak ada penilaian positif terhadap program yang telah berhasil dijalankan, toh di beberapa sektor telah pula mempelihatkan keberhasilan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Yang penting dalam menggulirkan kebijakan dan program didasari oleh kekompakan Bupati (Jeje Ismail) dengan Wakilnya (Asep Ismail) sehingga roda kepemimpinan tidak diwarnai oleh kepentingan yang saling bersebrangan. Tentu saja Implementasi dan pengejawantahannya pada tataran pelaksanaan harus didukung dan adanya komitmen dari setiap OPD (Organisasi Perangkat Daerah) untuk mampu menterjemahkan kebijakan dan program Pimpinan Daerah secara riil dan konsisten.

Mencermati perjalanan kepemimpinan Bupati Jeje Ismail dan Wakil Bupati Asep Ismail yang menginjak setahun lebih, menurut catatan penulis disatu sisi terdapat beberapa keberhasilan tetapi disisi lain masih ada yang masih harus digenjot. Hal demikian merupakan dinamika yang pasti terjadi dalam pembangunan suatu daerah. Apalagi saat ini ditengah efisiensi anggaran dan adanya pemangkasan dana transfer dari pusat, dapat dipastikan kiprah pembangunan di wilayah KBB akan mengalami revisi program karena anggaran pun di refocusing dan benar benar diarahkan pada sektor sektor yang benar benar menjadi prioritas.

Berdasarkan beberapa sumber, keberhasilan pembangunan KBB dibawah kepemimpinan Jeje Ismail dsn Asep Ismall dengan visi Bandung Barat AMANAH (Agamis, Maju, Adaftif, Nyaman, Aspiratif, dan Harmonis) meliputi beberapa sektor yaitu Pembenahan Infratruktur & Pemukiman dengan fokus pada perbaikan ruas jalan utama dengan metoda pengecoran, Sektor Pendidikan dengan fokus pada perbaikan perbaikan ruang kelas rusak untuk tingkat Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama, Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia, dan Pelayanan Kesehatan dengan peningkatan layanan kesehatan melalui Program Bantuan Iuran (PBI).

Sedangkan yang dianggap masih belum berhasil adalah masih Lemahnya Komunikasi dan Koordinasi OPD dimana komunikasi antara Bupati/Wakil Bupati dengan OPD belum berjalan secara optimal, Perbaikan Infraststuktur jalan yang belum merata disejumlah wilayah, Masih ditemukannya sejumlah sekolah yang ruang kelasnya masih rusak, dan tindakan pengelolaan sampah yang tetap menjadi masalah klasik karena belum terpecahkan hingga kini.

Dapat dipastikan Bupati/Wakil Bupati menyadari tentang masih banyaknya pekerjaan ang harus diselesaikan dengan segera. Kurun waktu kepemimpinan Jeje Ismail dan Asep Ismail masih relatif panjang ke depan, sehingga kurun waktu ini dituntut untuk benar benar fokus pada penyelesaian program agar benar benar bisa dirasakan manfaatnya olehmasyarakat KBB dan tidak memunculkan pandangan adanya kegagalan kepemimpinan KBB. Dalam hal ini diperlukan kecepatan dalam mengeksekusi program dengan mendorong respon dan gerak cepat dari OPD sesuai tupoksinya masing masing.

Untuk itu, pada tahun 2026 Pemda KBB telah menetapkan sasaran strategis yang fokus pada Peningkatan Infrastrutur dasar yang fokusnya adalah perbaikan jalan rusak dan penanganan wilayah yang tidak terjangkau sinyal internet, Peningkatan Layanan Publik yang didasari oleh perencanaan anggaran guna optimalisasi dukungan terhadap kebutuhan masyafakat, Pembangunan Berkelanjutan (Tahun kedua impleementasi visi AMANAH) untuk memastikan pemerataan pembangunan wilayah KBB, Peningkatan Kualitas Pelayanan Dasar yang didalamnya mencakup bidang pendidikan dan kesehatan, dan melakukan Strategi Anggaran yang adaftif dan efisien guna memastikan program strategis tetap berjalan meski ditengah keterbatasan anggaran.

Intinya, strategi pembangunan yang dilakukan Pemda KBB di tahun ini disusun berdasarkan masukkan dan fakta di lapangan serta adanya partisipasi publik sehingga masyarakat tidak hanya dijadikan obyek pembangunan tetapi turut menjadi subyek yang suaranya didengar untuk memberi warna dan arah pembangunan ke depan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *