WP di Kabupaten Subang Keluhkan BBNKB dan PKB yang Dinilai Lambat

13 Juli 2018 / 19:11 WIB Dibaca sebanyak: 919 kali Tulis komentar

SUBANG BBCom-Masyarakat Jawa Barat khususnya Kabupaten Subang sambut baik Program bebas Biaya Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) dan denda Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang dimulai dari tanggal 1 Juli hingga 31 Agustus 2018.

Menurut Eman salah seorang petugas Samsat Subang menjelaskan pada BBCom 13 Juli 2018 dikantor Samsat Subang. Pihaknya sudah berupaya untuk mensukseskan program bebas BBNKB dan PKB tersebut, dengan menyediakan berbagai fasilitas untuk wajip pajak (WP) yang ingin mengurus surat-surat kendaraannya.

“Kita menambah jumlah petugas dan kursi bahkan Masjid pun kita bersihkan agar WP nyaman beribadah” ujarnya

Dikatakan Eman, diperkirakan terhitung dari tanggal 1 Juli 2018, baik itu kendaraan roda 4 maupun roda 2 “sudah mencapai 30% yang telah kita tangani” katanya

BACA JUGA  Poned Segera Hadir di Parigi

Namun dibalik suksesnya program tersebut, masih banyak masyarakat merasa kecewa dan mengeluhkan pelayanan yang diberikan Samsat Subang. Pasalnya pelayanan yang diberikan dinilai lambat, baik itu dibagian pendaftaran cetak ulang 5 tahun maupun dibagian pengambilan plat nomor.

Selain pelayanannya lambat, masyarakat juga mengeluhkan adanya Praktek Pungli yang diduga dilakukan oleh Oknum petugas Samsat, baik itu bagian cek fisik maupun dibagian pengambilan plat nomor.

Salah satu Wajib Pajak (WP) yang berinisial M dari Ciater Subang, saat dijumpai BBCom di tempat parkir Samsat Subang 13 Juli 2018. Mengatakan pelayanan yang diberikan Samsat Subang dirasa masih kurang memuaskan.

BACA JUGA  Warga Banjarsari Ciamis Resah, Peta kerja Puskesmas Banjarsari Menyebar di Medsos

“Kalau fasilitasnya dirasa cukup lumayan, cuma pelayanan untuk pendaftaran dan pengambilan plat nomor prosesnya masih lambat ” ujarnya

Ia menambahkan, sangat disayangkan masih ada oknum petugas yang melakukan Praktek Pungli baik dibagian cek fisik maupun dibagian pengambilan plat nomor kendaraan.

“Emang tidak seberapa kita kasih seikhlasnya saja, namun perbuatan ini bisa mencoreng program yang di gulirkan pemerintah Jabar dalam membantuh masyarakat WP” katanya

Dia berharap kedepannya pelayanannya bisa dipercepat “jangan dilanjutin lagi kalau misalnyakan ada yang minta seperti itu” pungkasnya (Sugianto)

Bagikan
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *