Wisuda STMIK Bandung, Abdurrahman: Jangan Lupa Konsisten dan Kreatifitas

18 Januari 2018 / 13:45 WIB Dibaca sebanyak: 456 kali Tulis komentar

BANDUNG BBCom-Sidang wisuda ke 27 STMIK Bandung dilaksanakan di Hotel Bidakara Grand Savoy Homann Bandung, Kamis (18/1/18). Jumlah total wisudawan pada Wisuda Januari adalah 83 orang dengan rincian 19 orang Jurusan Teknik Informatika, 64 orang Jurusan Sistem Informasi.

Sidang dibuka oleh Ketua STMIK Bandung, Dr. Abdurrahman dan dalam pidatonya menekankan para wisudawan mempunyai peluang yang besar di era disruption ini, karena di era disruption saat ini menempatkan inovasi dibidang IT yang dapat merubah mindset sistem yang telah lama dianut oleh manusia.

“Diharapkannya para wisudawan selalu berinovasi untuk menjadi lokomotif perubahan, hampir semua bisnis yang ada saat ini semuanya dimotori oleh kaum muda, hanya dengan inovasi, kreatifitas dan yang tak kalah penting adalah konsistensi,” ucapnya.

Dalam melakukan perubahan dan perbaikan kita perlu konsisten dan ini harus kita tanamkan bersama agar dapat sukses nantinya.

Bukan jamannya lagi para wisudawan mencari pekerjaan, bukan jamannya para wisudawan membawa ijasah dan mendaftar pekerjaan ke JobsDB, JobStreet dan yang lainnya, karena sekarang ini adalah percepatan, “dimana anda dituntut untuk berkreasi dan berkonstribusi kepada masyarakat, karya-karya nyata anda sedang ditunggu,” imbuhnya.

Abdurrahman mengucapkan selamat kepada Dede Suhendar salah satu wisudawan yang memperoleh Cum Laude dan lulusan terbaik pada Wisuda STMIK Bandung ke 27.

Diakhir sambutannya, Ketua mengatakan turut berdukacita atas berpulangnya salah satu Guru Besar STMIK Bandung Prof Dr Suryadi Siregar DEA pada 15 Januari 2018 yang lalu.

“Beliau salah satu guru besar yang berdedikasi tinggi dan konsisten dalam mendidik, bagaimana beliau melakukan transfer of knowledge (berbagi ilmu pengetahuan), kita tentunya kehilangan atas kepergiaannya,” ucapnya.

Ketua Yayasan, Louis Frederick SE SH MM dalam sambutannya menjelaskan perkembangan yang dialami STMIK Bandung sejak berdirinya tahun 1992 hingga saat ini penuh dengan tantangan dan persaingan, namun semua dapat dilalui dan bersyukur bahwa STMIK Bandung kini telah memiliki gedung sendiri yang beralamat di Jalan Cikutra 113 Bandung.

“Dijelaskan Louis, bahwa STMIK Bandung telah melakukan kerjasama beasiswa dan studi lanjut dengan beberapa Universitas yang ada di Taiwan, semoga nanti para wisudawan/i mau mendaftar untuk ikut melanjutkan studi S2,” katanya.

Lebih lanjut Lois mengatakan semua mahasiswa STMIK Bandung adalah anggota dari Gerakan Anti Narkotika (GRANAT) Jawa Barat, semua mahasiswa disini sudah berikrar “Say No to Narkoba” yang disambut tepuk tangan para undangan.

Turut hadir pendiri STMIK Bandung Tosin S, Pengurus DPD Gerakan Anti Narkotika (GRANAT) Jawa Barat, perwakilan dari Kopertis Wil IV, Alumni, dan orangtua wisudawan/i . (js)

Bagikan
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *