UIN Bandung-Lazis Darul Hikam Produksi 100 Liter Hand Sanitizer dan Dibagikan ke Mesjid

23 Maret 2020 / 22:45 WIB Dibaca sebanyak: 258 kali Tulis komentar
Bagikan

BANDUNG | BBCOM | Jurusan Kimia Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung menggandeng Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah (Lazis) Darul Hikam Bandung untuk memproduksi 100 liter hand sanitizer dan disinfectan.  

Hasil kerjasama ini dibagikan oleh Rektor Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si secara simbolik kepada masyarakat sekitar kampus UIN SGD Bandung dan wilayah Bandung Timur yang berlangsung di Gedung O. Djauharuddin AR, Senin (23/03/2020).    

Hadir pada acara penyerahan tersebut Wakil Rektor II, Dr. H. Tedi Priatna, M.Ag, Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (FST), Dr. Hj. Hasniah Aliah, M.Si, Wakil Dekan III Fakultas Sains dan Teknologi (FST), Dr. H. Aep Saepuloh, M.Ag, Ketua Pengabdian Masyarakat Dr. H. Aep Kusnawan, M.Ag, Ketua Jurusan Kimia Eko Prabowo, M.Pkim, Direktur Lazis Darul Hikam Ustadz H.Umar Nadi dan perwakilan tokoh masyarakat serta beberapa pengurus masjid sekitar Bandung Timur.   

Dalam sambutannya Rektor menyampaikan penghargaan kepada Jurusan Kimia dan Lazis Darul Hikam yang telah berjuang memproduksi hand sanitizer dalam kondisi yang serba sulit terutama untuk  menyediakan bahan-bahannya. “Hand sanitizer ini menjadi barang yang sangat diperlukan oleh  masyarakat, sehingga upaya produksi hasil kerjasama Jurusan Kimia FST dan Lazis Darul Hikam ini sangat perlu diapresiasi, terlebih dalam situasi bahan-bahan yang diperlukan sangat langka dan mahal,” tegasnya.

Rektor menyampaikan bahwa wabah COVID-19 ini harus disikapi dengan bijak dan kita ambil hikmahnya. “Tanda-tanda kekuasaan Allah Azza wa Jalla, yang Ia ciptakan di langit dan di bumi dan di antara keduanya, semua itu tidak diciptakan dengan sia-sia, tetapi mengandung tujuan yang sekaligus membuktikan tentang keesaan-Nya, termasuk virus Corona ini adalah makhluk Allah”, ungkapnya.

Rektor menghimbau kepada masyarakat agar selalu menggunakan dua pendekatan dalam menyikapi wabah ini. Pertama ta’ati protokol yang telah ditetapkan pemerintah, misalnya dalam pendekatan secara medis. Kedua dengan pendekatan bathin, yaitu secara spiritual dengan selalu mengikuti kebiasaan-kebiasan dalam agama Islam seperti mendawamkan wudhu dan berdo’a seperti yang dicontohkan oleh para Nabi seperti oleh Nabi Nuh dan Nabi Muhammad SAW. 

Menurut Ketua Jurusan Kimia Eko Prabowo,  pada tahap awal kerjasama dengan Lazis Darul Hikam ini berhasil diproduksi 100 liter sanitizer yang dikemas ke dalam beberapa kemasan, yaitu yang berbentuk spray dengan ukuran botol 250 ml, 500 ml dan 1 liter. 

Sementara menurut Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama FST Aep Saepuloh menyebutkan bahwa selain memproduksi handsanitizer, kerjasama ini akan  berkembang dengan memproduksi disinfectan karna kebutuhan masyarakat yang sangat mendesak, terutama tempat-tempat umum termasuk tempat ibadah seperti masjid.

Karena kebutuhan masyarakat sangat tinggi terhadap upaya hand sanitizer dan disinfectan, sedangkan di pasaran cukup sulit diperoleh dan harganya cukup mahal, maka Dekan FST. Hasniah Aliah mengajak Lazis Darul Hikam untuk mengembangkan kerjasama ini dengan memproduksi disinfectan dan melayani penyemprotan disinfectan  di tempat-tempat umum sebagai bagian dari pengabdian masyarakat. (Rls)

BACA JUGA  Pengumuman Kelulusan SLTA, Disdik Jabar Himbau Siswa Sikapi Dengan Rasa Syukur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *