oleh

Studi Wisata SMAN 21 Bandung Batal Dilaksanakan, Dana Orang Tua Dipotong 30 Persen.

BANDUNG | BBCOM | SMAN 21 kota Bandung batalkan studi wisata ke Bali akibat pandemi covid -19. Ironisnya pembatalan study tour tersebut dirasa banyak membebani orang tua siswa dengan adanya pemotongan dana yang sudah disetor sebesar 30 persen dari Rp.2,200,000 atau Rp, 6.35.000 persiswa, bahkan ada 51 orang siswa yang belum membayar studi wisata tersebut namun diwajibkan untuk bayar 30 persen dari dana yang telah disepakati terkait studi wisata.

Wakasek Kesiswaan SMAN 21 Wida Widiayati saat dikonfimasi mengatakan, memang kami akan mengadakan studi wisata ke Bali, persiapan sudah siap semua, sampai jelang dua Minggu mau pemberangkatan, ternyata ada pandemi covid-19, untuk menjaga kesehatan dan keselamatan para siswa, akhirnya studi wisata tersebut kami pending, dan akan diagendakan ulang. Ujar Wida pada BBCOM (12-8-20).

BACA JUGA  Kabid PKPLK Disdik Jabar, H. Nanang Nurwasid Buka Workshop Pokja Pendidikan Inklusif

Masih menurut Wida, karena adanya desakan dari orang tua siswa yang mempertanyakan kelanjutan studi wisata tersebut, akhirnya kami adakan rapat antara pihak sekolah dan pihak travell serta orang tua siswa membahas kelanjutan studi wisata, dalam pembahasan tersebut ternyata pihak travell sudah memboking hotel, rumah makan, maupun objek wisata yang bakal kami kunjungi, sehingga dana yang sudah masuk dari setoran orang tua kepada pihak ketiga tersebut terpakai “kata Wida

Kemudian dalam rapat tersebut kata Wida, kami adakan voting, apakah studi wisata ini akan dilanjutkan apa tidak, 91 persen suara bulat bahwa studi wisata tersebut dibatalkan, jika ini dibatalkan kata Wida, ada konsekuensi yang harus diterima oleh orang tua siswa terkait pengembalian dana yang sudah masuk yaitu adanya pemotongan sebesar 30 persen dar Rp.2.200.000, atau Rp 6.35.000 per siswa dipotong kata Wida

BACA JUGA  Universitas Bakrie Adakan Workshop Penulisan Artikel Internasional dan Penulisan Buku ber-ISBN

Dari 323 orang siswa yang akan berangkat kata Wida, 193 orang siswa sudah membayar lunas, 79 orang siswa baru bayar separohnya, dan ada 51 orang siswa belum bayar sama sekali, namun untuk menutupi jangan sampai ada cemburu sosial antar orang tua siswa, maka 51 orang siswa ini walaupun mereka belum bayar, kami wajibkan bayar sebesar 30 persen dari Rp 2.200.000, artinya mereka juga punya kewajiban membayar Rp.6.35.000, hal itu dilakukan untuk menseragamkan dengan siswa yang lainya sehingga tidak ada kecemburuan sosial antar orang tua siswa, dan dalam Minggu ini kami harapkan semua sudah beres ujar Wida. (Arison)

Komentar