oleh

Sistem Irigasi yang Buruk, Petani Desa Ciparigi Ciamis Gagal Panen

CIAMIS | BBCOM | Dimasa pandemi Covid – 19, sangat berdampak bagi petani Dusun Ciparay RT 32 RW 12 Desa Ciparigi Kecamatan Sukadana Kabupaten Ciamis, pasalnya mereka mengeluh akibat gagal panen yang disebabkan oleh kekurangan pasokan air, karena sistem drainase irigasi yang buruk sehingga kurang maksimal untuk mengaliri sawah mereka.

Selain faktor alam dan kerusakan saluran irigasi air tersebut dari hulu ke hilirnya, diperparah lagi dengan sedimen lumpur yang sudah tebal hingga menghambat saluran air. bahkan irigasi tersebut belum pernah ada perbaikan ungkap Sunarto selaku Ketua dari Kelompok Tani Karya Makmur. (17/10/2020).

Sunarto berharap kepada Dinas terkait bisa secepatnya mengatasi  kendala teknis tersebut untuk diperbaiki dan ditanggulangi secepatnya karena baginya, “ini merupakan mata pencahariannya sebagai petani”, tandasnya. 

BACA JUGA  Warga Pasar Banjarsari Ciamis, Lakukan Aksi Tangkap Ikan di Sekitar Jalan Tergenang Air

Ditempat yang sama Elon, seorang petani yang mempunyai lahan sawah, mengaamiinkan dan mengungkapkan rasa kecewa yang sama dengan Sunarto. “Untuk tahun 2020 sekarang kami tidak bisa panen secara normal, seperti yang diungkap oleh rekan, dirinya pasrah dengan kondisi gagal panen sekarang”, ungkapnya.

Sementara Nanang Kepala BPP ( Balai Penyuluh Pertanian ) Kecamatan Sukadana membenarkan bahwa sawah di Dusun Ciparay gagal panen akibat kurangnya pasokan air dari irigasi tidak lancar. 

Nanang berharap kepada “Pemerintahan Kabupaten Ciamis bisa membantu memperbaiki sistem irigasi guna mengatasi kekeringan tersebut. 

BACA JUGA  Komisi IV DPRD Jabar Akan Usulkan Batas Usia Kendaraan Umum.

Hasil pantaun BBCOM di lapangan kalau di lihat posisi letak geografis sawah tersebut secara kasat mata tidak akan terjadi kekeringan walaupun musim kemarau datang, sebab keberadaan sawah tersebut dekat dengan saluran Sekunder yang mana debit airnya selalu lancar dari Saluran Primernya.

Permasalahan buat para petani saluran tersier dan kwarternya belum pernah di sentuh oleh pemerintah dan dinas terkait.Semoga Dinas terkait baik itu dari Pemprov Jabar atau Pemkab Ciamis untuk bisa lebih memperhatikan agar para petani sekitaran dusun tersebut bisa merasakan kembali panen secara normal. (Agus Cetring.)

Komentar