oleh

Rosiman Mundur Saat Muscab V DPC Apdesi Kab. Bandung Adanya Kubu Timur dan Barat

KAB. BANDUNG I BBCOM | Musyawarah Cabang (Muscab V) DPC Apdesi Kabupaten Bandung Tahun 2021, Yang berlangsung di Gedung Mohamad Toha dengan para kades yang hadir sekitar 220 orang dari 270 desa Pada Minggu 5 Desember 2021.

Ada dua Calon yang mencalon sebagai ketua DPC Apdesi Kabupaten Bandung yakni, Rosiman dan Dedy M Bram, Pemilihan Ketua Apdesi yang diperkirakan akan dilaksanakan secara Voting, akhirnya dilakukan secara musyawarah. Pasalnya, salah satu calon yakni Rosiman mengundurkan diri dan Dedy M Bram terpilih secara aklamasi.

Dalam acara tersebut dihadiri oleh Bupati Bandung Dadang Supriatna, Forkopinda dan Forkopimcam, dan 220 Kades dari 270 desa yang hadir pada kegiatan Muscab V DPC Apdesi Kabuoaten Bandung.

Didalam pidatonya Bupati bandung mengucapkan selamat kepada Dedy M Bram sebagai ketua Apdesi terpilih. Ia berharap Apdesi dan Pemerintah daerah dapat bekerjasama dalam membangun Kab Bandung yang lebih baik lagi setelah terbentuknya ketua Apdesi yang Baru.

Semoga kedepan kita dapat meningkatkan sinergitas untuk sama sama membangung Kabupaten Bandung menuju Bandung Bedas Bangkit, Edukasi Dinamis dan Sejahtera),”Tutur H.M Dadang Supriatna.

Dikatakan Rosiman, Calon Ketua Apdesi yang menyatakan mundur alasannya, Didalam demokrasi apapun bisa terjadi dan memang biasa terjadi Dirinya mundur karena tidak ingin ada istilah kubu kubuan antara kepala desa kubu timur dan kepala desa kubu barat.

Hal itu, Dikarenakan kubu kubuan diantara kepala desa justru akan memperlihatkan ke egoan bagi kepala desa dan wilayah, intinya saya ingin seluruh kepala desa bersatu dan meleburkan diri jadi sebuah kesatuan yang lebih mapan lagi kedepan dalam wadah Apdesi untuk sama sama membangun kabupaten bandung,”ungkapnya

Ia pun menjelaskan, tak ada salahnya ia mengundurkan diri, karena dalam Ketentuan bahwa demokrasi itu ada musyawarah secara mupakat. Dan menurutnya, musyawarah itu lebih baik daripada voting. Karena, Voting itu demokrasi ala yunani.

Terkait adanya para pendukung yang merasa kecewa, Rosiman mengatakan itu hal yang biasa dan wajar dalam demokrasi, meskipun adanya ketidak sependapat nanti juga akan bersatu kembali, Yang penting intinya bagaimana menempatkan wadah Apdesi supaya para kepala desa di Kabupaten Bandung lebih solid lagi untuk sama sama membangun kabupaten yang lebih “Bedas”. Katanya

Dia berharap kedepan seluruh kepala desa untuk menyamakan satu persepsi dan mempunyai tujuan bagaimana hubungan antara kepala desa, dengan pihak media dengan Forkopimcam, Forkopimda, dan pemerintah pusat guna menjalin komunikasi yang lebih erat lagi.”(R/)

Komentar