Ridwan Kamil Ramaikan Event Pocari Sweat Run Bandung West Java Marathon 2019

29 Juli 2019 / 12:06 WIB Dibaca sebanyak: 150 kali 1 Komentar

BANDUNG, BBCOM– Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil tak ketinggalan meramaikan event Pocari Sweat Run Bandung West Java Marathon 2019 kategori 5K.

Bersama sekira 2.500 pelari, Ridwan Kamil mengikuti event lari yang dimulai pukul 06.00 WIB dari Jl. Diponegoro, Kota Bandung, Minggu (28/7/19).

Tahun ini, total ada 10.000 pelari yang ikut serta dalam Pocari Sweat Run Bandung edisi ketiga. Mengusung tema ‘The Pride of West Java Sport Tourism’, terdapat empat kategori yakni 5K, 10K, Half Marathon (21K), dan Full Marathon (42K).

Emil –sapaan akrab Ridwan Kamil– mengaku bersyukur bisa ikut berlari meskipun tengah mengalami masalah di bagian kakinya.

Maka, Emil pun menyimpulkan bahwa kekuatan fisik bukan satu-satunya ukuran untuk ikut serta dalam event marathon.

“Tadinya saya mau berjalan saja, karena ada masalah (di bagian kaki) sedikit. Tapi karena banyak banget yang lari, ada anak kecil larinya kencang, jadi malu juga (kalau tidak ikut lari),” tutur Emil.

“Makanya saya bilang kuncinya ada di semangat bukan di fisik,” imbuhnya.

Emil pun bangga karena event marathon ini disambut astusiasme tinggi dari masyarakat. Buktinya, kuota 10.000 pelari ludes hanya dalam waktu 45 menit. Peserta pun tidak hanya warga Jawa Barat, tapi dari seluruh penjuru Tanah Air.

“Banyak yang komplain (karena kehabisan kuota) tidak hanya ke panitia, tapi ke saya juga. Pengen daftar tapi tidak bisa, karena jatahnya hanya 10 ribu,” ujar Emil.

Emil menambahkan, event marathon ini tidak hanya sekadar acara olahraga, tetapi Pocari Sweat Run Bandung West Java Marathon menjadi bagian dari promosi pariwisata Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat.

“Dan ini (Pocari Sweat Run Bandung West Java Marathon) promosi sport tourism kami,” ujar Emil.

Event marathon dengan jumlah peserta 10.000, lanjut Emil, bisa berdampak kurang lebih Rp 10-15 miliar kepada ekonomi masyarakat dari sisi akomodasi. Dia pun berharap akan semakin banyak masyarakat yang bergerak untuk olahraga.

“Semakin banyak kita bergerak, semakin kita yakin masyarakat Indonesia harus sehat. Memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat,” kata Emil.

Hal senada disampaikan Marketing Director PT Amerta Indah Otsuka Ricky Suhendar. Kata Ricky, pihaknya puas karena antusiasme masyarakat yang begitu besar juga berkat dukungan penuh dari Pemdaprov Jawa Barat.

“Kita sangat senang dan bangga karena 10 ribu pelari sudah memeriahkan Pocari Sweat Run Bandung 2019 ini,” ujar pria yang akrab disapa Suhe ini.

Sementara itu, salah satu peserta yang juga atlet nasional Agus Prayogo mengaku sangat menikmati lari marathon di Kota Kembang. Terutama saat dirinya melintasi jalanan yang menjadi landmark Kota Bandung, seperti Gedung Merdeka di Jalan Asia-Afrika.

“Yang membedakan pagi ini saya sangat enjoy dan sangat happy. Saya bisa lari di base latihan saya sambil menikmati Kota Bandung dikawal tim marshal, jalur steril. Itu sesuatu yang sangat berkesan,” ucap Agus.

“Dan salah satu yang paling saya ingat saat melintasi Gedung Merdeka dan gedung-gedung tua yang ada di sana (Jalan Asia-Afrika),” ujarnya mengakhiri.

Virtual Run

Berbeda dengan penyelenggaraan sebelumnya, Pocari Sweat Run Bandung West Java Marathon tahun ini menghadirkan Virtual Run. Melalui fasilitas ini, masyarakat Indonesia yang tidak bisa ikut serta langsung di Kota Bandung bisa mendaftar secara online dan berlari di kota masing-masing pada waktu yang sama. Ada sekitar 500 pelari dari seluruh Indonesia ikut serta dalam Virtual Run ini.

“Tahun ini tahun yang unik buat Pocari Sweat Run Bandung West Java Marathon 2019 karena ada beberapa hal baru yang tidak ada di tahun sebelumnya,” tutur Suhe.

“Virtual Run ini ingin mengakomodasi para pelari di seluruh Indonesia yang tidak ada kesempatan datang ke Bandung. Jadi, kita berikan kesempatan untuk berlari di kota masing-masing dan larinya harus di jam yang sama dan tanggal yang sama, yaitu hari ini (28/7),” ucapnya.

Hal spesial lainnya yaitu pencatuman nama atau custom word di setiap kaus peserta, sehingga setiap peserta bisa menulis namanya masing-masing. Selain itu, ada pula Culture Run yang digelar satu hari sebelum pelaksanaan Pocari Sweat Run Bandung West Java Marathon, yakni pada Sabtu (27/7).

“Peserta yang ingin mengikuti acara di hari Sabtu, mereka berlari sejauh 3 kilometer dari Gedung Sate menuju Gedung Pakuan. Tapi khasnya adalah menggunakan baju tradisional Indonesia. Ini sekaligus untuk mengangkat budaya-budaya Indonesia,” tutup Suhe. (red/hms)

Bagikan
Share

1 Komentar

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *