Rapat Paripurna HUT ke-81 Jabar, DPRD Tegaskan Dukungan Gagasan Gubernur KDM

BANDUNG | BBCOM  — Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jawa Barat dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Barat digelar di halaman Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Rabu (19/8/2026) malam.

Rapat paripurna tersebut menjadi momentum untuk mengenang perjalanan sejarah Jawa Barat sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam membangun daerah. Dalam rangkaian acara, dibacakan kilas balik perjalanan Provinsi Jawa Barat menggunakan sejumlah bahasa daerah, di antaranya Bahasa Betawi, Cirebon, Dermayu, dan Priangan.

Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Buky Wibawa Karya Guna menyampaikan ucapan selamat Hari Jadi ke-81 kepada seluruh masyarakat Jawa Barat. Ia juga memberikan penghormatan kepada para pendahulu yang telah berjuang membangun Jawa Barat.

“Atas nama pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, kami mengucapkan selamat Hari Jadi ke-81 kepada seluruh masyarakat Jawa Barat,” kata Buky.

Menurutnya, penetapan Hari Jadi Provinsi Jawa Barat mengacu pada Peraturan Daerah Nomor 26 Tahun 2010. Dalam regulasi tersebut, 19 Agustus 1945 ditetapkan sebagai Hari Jadi Provinsi Jawa Barat.

Tanggal tersebut berkaitan dengan sejarah pembentukan delapan provinsi di Indonesia oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI), yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Sunda Kecil.

Dalam kesempatan itu, Buky juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM) dan Wakil Gubernur Erwan Setiawan.

DPRD, kata Buky, siap memberikan dukungan terhadap berbagai gagasan dan program pemerintah daerah yang dinilai baik untuk kepentingan masyarakat.

“Ketika ada gagasan-gagasan yang bagus dan baik dari Gubernur, maka segeralah bikin aransemennya. Dan kami DPRD siap memberikan dukungan penuh kepada setiap gagasan yang baik dari Gubernur Dedi Mulyadi,” ujarnya.

Buky menegaskan, DPRD dan pemerintah provinsi memiliki tugas serta fungsi yang berbeda. Namun, keduanya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan Jawa Barat.

“Biarkan Pak Dedi Mulyadi ada di panggung depan dan kami di panggung belakang. Tapi kita akan terus mendukung, memberikan yang terbaik untuk masyarakat Jawa Barat, sehingga cita-cita kita bersama mewujudkan Jawa Barat Istimewa bisa tercapai,” katanya.

Selain membahas pembangunan daerah, Buky turut menyoroti pentingnya pelestarian kebudayaan Jawa Barat. Ia mengapresiasi kehadiran para seniman dan seniwati yang menampilkan beragam ekspresi budaya dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Jabar.

Menurutnya, penampilan tersebut turut menggambarkan kekayaan dan keberagaman wilayah kebudayaan di Jawa Barat.

Ia juga mengapresiasi kehadiran kesenian dari Bali yang dinilainya memiliki hubungan akar budaya yang kuat dengan Sunda.

“Terima kasih Gubernur yang telah merangkai kembali hubungan silaturahmi antara Sunda dan Bali,” ujarnya.

Buky yang juga menjadi Koordinator Tim Warisan Budaya Tak Benda Jawa Barat mengatakan, selama sekitar 15 tahun bekerja bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, pihaknya telah mendorong pendaftaran lebih dari 100 produk warisan budaya tak benda.

Ia menilai pemerintah perlu memberikan perhatian lebih besar kepada para maestro seni dan budaya yang selama ini menjadi penjaga sekaligus pewaris pengetahuan budaya kepada generasi berikutnya.

“Sudah saatnya pemerintah hadir memperhatikan para maestro seni budaya, jangan sampai di usia tua mereka masih tertatih mencari rezeki,” kata Buky.

Ia berharap para maestro budaya dapat memperoleh dukungan dari negara sekaligus diberi ruang untuk mentransfer pengetahuan dan keterampilannya kepada generasi muda.

“Saya meminta kepada Gubernur untuk bisa digaji oleh negara dan diberi tugas untuk mewariskan pengetahuannya kepada generasi muda,” pungkasnya. (red/!)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *