PT Sampoerna Agro Abaikan Keluhan Warga Tentang Rusaknya Ekosistem Sungai

13 Oktober 2016 / 21:24 WIB Dibaca sebanyak: 804 kali Tulis komentar

sungai-komering-agungKAYUAGUNG BB.Com —Masyarakat menuding pembukaan lahan milik perusahaan PT Sampoerna Agro salah satu penyebab kerusakan ekosistem sungai yang merupakan habitat ikan untuk berkembang biak. Terganggunya siklus reproduksi beberapa jenis ikan yang saat semakin berkurang. Selain itu juga, warga khawatir spesies ikan yang berasal dari habitat sungai tersebut mengalami kepunaan.

Warga mengaku, beberapa waktu yang lalu di perairan Lempuing Lebak Gerubing jutaan ekor ikan mati mengapung, kemungkin ini disebabkan oleh limbah perkebunan kelapa sawit, pemandangan ini sudah berlangsung sejak lama, namun belum ada upaya yang serius dari pihak terkait untuk mencegah kerusakan ekosistem ini.

Menurut  Agus Warga Pedamaran II, kerusakan habitat ikan berawal dari penggunaan pupuk secara besar-besaran yang diduga dilakukan perusahaan untuk menyuburkan lahan perkebunannya. “Pupuk yang mengandung unsur kimia membahayakan bagi kelangsungan hidup ikan. Meluapnya zat kimia dari lahan perkebunan hingga mengalir ke sungai saat turun hujan sehingga mencemari sungai,” terangnya.

“Apalagi sekarang rawa-rawa sudah dijadikan kanal disisi lahan perkebunan, padahal rawa-rawa  itu justru merupakan habitat ikan untuk  bertelur,” jelasnya

Anggota DPRD Kabupaten OKI Juni Alpansuri, mengatakan beberapa hari yang lalu telah mendatangi langsung lokasi tersebut, air yang sudah tercemar zat kimia yang diduga berasal dari pupuk mengakibatkan bibit dari ikan berupa telur yang hendak menjadi ikan tidak mampu bertahan hidup lebih lama.

“Ikan yang sedang mengalami pertumbuhan bisa mati, apalagi ikan yang baru menetas,” terangnya.

Alpansuri menambahkan, ekosistem ikan terancam punah dengan pencemaran sungai ini, termasuk perekonomian masyarakat yang mengandalkan ikan sebagai mata pencaharian, juga akan terhenti.

Fenomena ini, lanjut Alpansuri, tidak boleh dibiarkan terlalu lama, sangat disayangkan kalau spesies ikan yang dulunya merupakan andalan perekonomian sebagaian masyarakat kini harus punah,.

“Jangan tunggu hingga ikan punah, pihak terkait seharusnya mencari solusi terbaik mengatasi permasalahan ini,” tuturnya

Mantan Ketua DPC Hanura juga mengakui jika sebelumnya PT Sampoerna Agro telah mengetahui kerusakan ekosistem ini. Dilanjutkannya, pihak perusahaan juga telah mendatangi DPRD Kabupaten OKI terkait permasalahan ini.

“Kunjungan orang perusahaan ke gedung Parlemen ini sempat dipending oleh anggota dewan,”. Dirinya menjelaskan, untuk menyelesaikan permasalahan ini tidak cukup dengan pihak perusahaan saja, namun pihak terkait seperti Dinas Perikanan dan Badan Lingkungan Hidup (BLH) harus hadir juga,” terangnya.

Sekretaris Komisi II ini juga  menambahkan hampir 20 % masyarakat di Kabupaten OKI bermukim dipinggiran sungai, sehingga pihak terkait selayaknya melakukan pemuktahiran data pencemaran lingkungan yang sudah terjadi di Kabupaten OKI.

Sementara itu terkait pemberitaan BB.Com 12 Oktober 2016 dengan judul “PT Sampoerna Agro Dituding Penyebab Rusaknya Ekosistem Sungai” dari pihak perusahan sempat telepon wartawan BB.Com. Menurutnya, pihak perusahan akan memberikan klarifikasi seputar permasalahan tersebut kepada BB.Com sebagai media public.

“Silakan hubungi bapak Andrian, beliau ada di Kayuagung membuka di stan PT Sampoerna Agro dalam rangka Expo OKI ke 71” ujar sipenelpon

Berdasarkan informasi dari telepon tersebut BB.Com mendatangi stan PT Sampoerna Agro untuk bertemu dengan Andrian. Namun sayang klarifikasi yang kami butuhkan tidak berhasil didapat.

“Bapak sekarang sedang ke Kota Palembang” ujar stap penjaga stan tersebut. (pani)


Insert: Ilustrasi sungai yang ada di Kabupaten Ogan Komering Ilir


Bagikan
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *