Petani Cabai Ikut Terdampak Covid-19, Harga Jual pun Drastis Turun Hingga 75%

8 Mei 2020 / 20:57 WIB Dibaca sebanyak: 122 kali Tulis komentar

KAB BANDUNG | BBCOM | Dampak dari adanya pandemi Virus Corona, para petani cabai harus mengalami penurunan pendapatan hingga 75 persen. Oleh karenanya, petani berharap ada investor yang mau bekerjasama. Seorang Petani Cabai, asal Kp. Gambung RW 04 Kecamatan Pasirjambu Rustandi, mengungkapkan bahwa sebelum adanya pandemi Virus Corona (Covid 19), pasokan cabai ke pasar dan pembeli cabai stabil. Tetapi, setelah adanya pandemi Virus Corona (Covid 19), memang pasokan pasar terus ada tetapi omset penjualan dari pasar turun drastis hingga 75 persen. Jadi lebih besar pasokannya, tetapi pengeluaran barangnya sedikit.

“Saya berharap ada pemilik modal untuk bekerjasama, survey ke lokasi. Nanti bagi hasilnya secara sama-sama. Saya yakin, kerjasama ini bisa menghasilkan,” ungkap Rustandi saat dihubungi lewat telpon seluralnya, Jumat (8/5). Rustandi menanam cabainya di lahan perkebunan PPTK Gambung dengan sistem kerjasama ada ( MoU), dengan luas lahan sekitar sepuluh hektar. Sebelum adanya pandemi Virus Corona (Covid 19), Rustandi bisa mempekerjakan karyawan sebanyak 30 sampai 40 orang, tetapi jumlah karyawan tersebut harus dikurangi, imbas adanya pandemi.

“Sekarang hanya ada sepuluh orang karyawan,” lanjut Rustandi.
Sebelum pandemi, dari tiga hektar lahan, Rustandi bisa menghasilkan cabai hingga 45 ton, yang dipasarkan ke wilayah Bandung, misalnya Pasar Induk Caringin. Selama pandemi, Rustandi mengaku penghasilannya menjadi berkurang. Dengan harga jual dipasar, petani hanya bisa memperoleh nota pasar sebesar Rp. 8.000, yang dipotong untuk biaya akomodasi, biaya panen, dan lainnya.

“Saat ini, yang sedang bagus dipasaran yaitu sawi dan kubis,” ujar Rustandi.
Di bulan Ramadan ini, sawi dan kubis banyak diminati oleh masyarakat. Karena masyarakat menilai, dengan makan sayuran maka menjadi lebih sehat, apalagi saat pandemi. Harga Kubis dipasaran sebesar Rp. 3.500, lebih tinggi dari harga tahun lalu.
“Meskipun cabai sedang menurun, tetapi masih ada kubis dan sawi yang sedang banyak diminati,” pungkas Rustandi. (*R)

Bagikan
Share
BACA JUGA  Jelang Natal dan Tahun Baru 2020 Obyek Wisata Cimanggu Siapkan Berbagai Fasilitas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *