Murid TK di OKI Sampaikan Pesan Kepada Pembakar Lahan

19 Agustus 2019 / 18:17 WIB Dibaca sebanyak: 145 kali 1 Komentar

KAYUAGUNG, BBCOM— Ditengah status siaga darurat bencana asap akibat Kebakaran hutan, kebun dan lahan yang terjadi di OKI dan beberapa daerah di Sumsel, menjadi keprihatinan berbagai pihak tak terkecuali anak-anak TK di OKI.

Melalui pesan yang ditulis di atas kertas seorang murid TK di OKI mengingatkan untuk tidak membakar lahan.

“Sayangi Kami, Stop membakar hutan, kebun dan Lahan. Kami masih mimik susu, belum ngirup cuko apolagi nak ngisep asep” demikian isinya.

Dengan mengenakan kostum pemadam kebakaran lengkap dengan mobil pemadam yang terbuat dari kardus bekas, murid TK ini tampak menggemaskan.

Sontak kostum dan pesan menggelitik yang di bawanya menarik perhatian tamu di panggung kehormatan dan penonton yang hadir pada pawai pembangunan yang gelar Pemkab OKI dalam rangka menyemarakkan HUT ke 74 Republik Indonesia di Kayuagung, Senin, (19/8).

Pesan tersebut di bawa M. Athallah Rahagy (4) tahun murid TK IT Al-Azhar OKI. Athallah,  yang merupakan putra dari Kasubbag Media dan Komunikasi Publik Setda OKI , Adi Yanto ini menyampaikan pesan bahwa merekalah yang paling rentan terpapar asap jika kebakaran lahan terus berkelanjutan.

Sang Bunda, Indah Jayanti yang ikut mengiringi arak-arakan, mengatakan kostum pemadam kebakaran dipilih sendiri oleh Athallah untuk ikut pawai Agustusan meski temannya yang lain berebut memakai kostum profesi favorit seperti dokter, pegawai, tentara atau polisi.

“Ditawari gurunya berbagai kostum profesi, justru menolak maunya jadi pemadam kebakaran” ungkap Indah ditemui usai pawai.

“Katanya biar tidak ada asap” Tambah Indah menirukan perkataan Athallah.

Indah juga mengungkapkan keprihatinan Athallah kepada temannya (Ari) yang ayahnya bekerja disalah satu perusahaan perkebunan di Mesuji OKI, jarang pulang akibat harus siaga kebakaran.

“Dia sering bilang kasian dengan temannya (Ari) yang papanya jarang pulang karena harus siaga di kebun” Ungkap Indah.

Sementara itu, Adi Yanto mengungkap Putranya ini lahir tepat saat bencana asap 2015 silam. Adi mengenang betapa khawatirnya dia dan istri terhadap kesehatan putranya yang masih bayi kala itu, takut terpapar asap.

“Banyak kerugian akibat bencana asap di 2015 lalu. Apalagi kesehatan warga banyak terganggu. Semoga tidak terjadi lagi” harap Adi.

Kebakaran Hutan, kebun dan lahan tidak hanya menimbulkan kerugian di semua sisi.  Karhutlah juga membuat waspada semua lini. Para petugas, TNI/Polri, BPBD, Manggala Agni bahkan personil perusahaan pemegang konsesi semua siap siaga meski harus terpisah dari anak dan istri. (Pani)

Bagikan
Share

1 Komentar

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *