oleh

Komisi I DPRD Jabar Monitoring Persiapan Pilkada Serentak 2020 di 8 Daerah di Jabar

CIANJUR | BBCOM | Tahapan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020 kini sudah memasuki tahapan kampanye. Untuk mengetahui sejauh mana  progres / perkembangan dan kesiapan penyelenggara Pilkada di Kabupaten Cianjur, Komisi I DPRD Jabar melakukan monitoring ke KPU Kabupaten Cianjur.

Anggota Komisi I DPRD Jabar, H. Mirza Agam gumay, SMHk mengatakan, pilkada serentak 2020 akan dilaksanakan di 8 Kabupaten/kota di Jabar, salah satu Kabupaten Cianjur.  Pilkada Kabupaten Cianjur diikuti sebanyak empat pasangan calon dan kini masing-masing paslon bersama tim sukses dan parpol pengusung/ pendukung tengah melakukan kampanye kepada masyarakat Cianjur.

Keempat paslon tersebut adalah Herman Suherman-Tb Mulyana yang diusung koalisi PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai Nasdem, PPP, dan PAN;  pasangan Lepi A Firmansyah-Gilar Budi Raharja yang diusung PKB dan PKS;  Pasangan Oting Zainal Mutaqin-Wawan Setiawan yang diusung Partai Gerindra dan Partai Demokrat dan pasangan Muhamad Toha-Ade Sobari yang diusulkan dari independen atau perseorangan.

BACA JUGA  MPLM Satuan Binmas Polres Banjar Adakan Penyuluhan Hukum di SMKN 1

Untuk mengetahui sejauh mana progres tahapan dan kesiapan Pilkada Kab. Cianjur ditengah pandemi covid-19, maka kita dari Komisi I melakukan monitoring ke Kantor KPU Kab Cianjur, ujar  anggota Komisi DPRD jabar, Agam –sapaan Mirza Agam Gumay—saat ditemui bandungberita.com di ruang kerjanya di DPRD Jabar, Senin (12/10-2020).

Dikatakan,  monitoring yang dilakukan Komisi I DPRD Jabar bukan hanya di Kab Cianjur tetapi di tujuh kab/kota yang akan menggelar Pilkada Serentak 2020.  Dalam setiap pertemuan dengan penyelenggara pilkada (KPU dan Bawaslu); dengan Desk Pilkada (pemkab/kot), kita selalu ingatkan agar penerapan protokol kesehatan (prokes) secara ketat. Hal ini penting, agar jangan sampai terjadi Pasca Pilkada menjadi klaster baru  penyebaran covid-19 ( Klaster Pilkada).

BACA JUGA  APACHE Gelar Silaturahmi, Warga Resah Tentang Keberadan RTH

Selain  itu, kita juga minta kepada pihak penyelenggaran Pilkada ( KPU-Bawaslu) agar benar-benar mensosialisasikan semua peraturan pilkada, termasuk mana yang dibolehkan dan mana yang dilarang.  Hal ini agar masyarakat memahami peraturan tersebut sebagai langkah utama dalam menjaga kesehatan,”katanya.

Dengan sosialisasi yang maksimal dan optimal tentunya, rasa kekhawatiran masyarakat akan terpapar covid-19 tidak perlu khawatir, karena semua persiapan peleksanaan Pilkada menerapkan Prokes, jadi masyarakat jangan takut untuk datang dan menggunakan hak suaranya.

“Suara anda sangat berarti dalam menentukan pemimpin daerah untuk kemajuan dan kesejahteraan sampai lima tahun mendatang”, ujarnya.

Ayo gunakan hak suara anda, dan tidak perlu takut datang ke TPS untuk kemajuan demokrasi dan pembangunan daerah serta kesejahteraan rakyat”, himbaunya ( adikarya/dp).

Komentar