oleh

Ketua Satgas Covid-19 RS.BSA AKBP Dr Rani Wahyoe Prasanti,SpPD, Terima Penghargaan Kapolda Jabar

BANDUNG | BBCOM | Kapolda Jabar Irjen. Pol. Drs.Rudy Sufahriadi memberikan penghargaan ESTHI BAKTI WARAPSARI  Pada Peringatan HUT Polwan ke 72, Selasa (1/9/2020), kepada 2 orang Polwan di lingkungan Polda Jabar yang dianggap berprestasi luar biasa dalam menjalankan tugas.

AKBP Dr Rani terima penghargaan Esti Bakti  Warapsari dari Kapolda Jabar

Abdi Polwan itu adalah, AKBP Dr. Rani Wahyoe Prasanti, SpPD,  sebagai Ketua Satgas dalam penanganan Covid-19 di Rumah Sakit Bhayangkara Sartika Asih (RSBSA) Tinkat II Bandung Polda Jabar dan Bripka, Farida Nursanti Anggraeni,S.Pd sebagai Bhabinkamtibmas.Sndangpalay Polesek Cibeureum Polres Sukabumi Kota.

Sebanyak 1800 Orang Polwan yang bertugas dilingkungan Wilayah Polda Jabar, yang dinyatakan berprestasi luar biasa tersebut yaitu, AKBP Dr Rani Wahyoe Prasanti,SpPD yang sempat menjadi perhatian dikalangan Polwan.

Kenapa ?. Perwira menengah ini ternyata diketahui adalah seorang perwira yang tiap hari bergelut dengan Covid-19. Ia adalah Ketua Satgas dalam penanganan Covid-19 di rumah sakit Bhayangkara Sartika Asih Tingkat II Bandung Polda Jawa Barat.

BACA JUGA  Sekda Iwa, Perkenalkan Program Satu Perawat Satu Desa

Apa prestasi Dr. Rani dalam penanganan Covid 19 ?

Di awal bulan Februari 2020 sebelum kasus Covid 19 merebak di masyarakat khususnya di Bandung, Dr Rani telah berinisiatif untuk menyusun SOP yang ketat dan sosialisasi penanganan Covid 19 di lingkungan Rumah Sakit Sartika Asih.

AKBP Dr.Rani Wahyoe Prasanti,SpPD

Sehingga ketika bulan Maret 2020 kasus merebak dan beberapa kasus positif mulai masuk ke RS Sartika Asih maka semua pasien maupun yang suspek dapat terlayani dengan baik dan sangat memuaskan.

Dengan segala daya upaya ia juga berhasil mengumpulkan bantuan untuk APD (Alat Pelindung Diri) dan lainnya karena padai awal- awal merebaknya pandemi Covid APD masih minim sehingga pelayanan penanganan Covid bisa berjalan dengan baik.

BACA JUGA  Anggota Yonif 320/BP Tangkap Jambret.

Kemudian, Ia setia dan berani dalam visite/ merawat Suspect dan atau Pasien Covid setiap hari tanpa takut dan gentar. Bukan hanya merawat secara medis tapi dr.Rani juga memberikan motivasi untuk tetap semangat dan sehat kepada pasien-pasiennya.

Sehingga pasien pasiennya cepat pulih dan negatif.Terbukti RS Sartika Asih menjadi favourite rujukan untuk penanganan Covid 19 karena pelayanannya dianggap sangat memuaskan dan cepat sembuh/ positif kata pasien pasien yg pernah dilayani.

Penatalaksanaan Penanganan Covid 19 yang dibuat Dr. Rani di RS Sartika Asih sangat baik , sehingga lingkungan RS aman dan tidak menjadi Cluster penularan.

Beberapa RS di Jabar dan di tempat lain terpaksa ditutup sementara karena telah menjadi cluster penularan. (dp)

Komentar

Berita Terbaru