Jadilah Guru Profesional Era Digital yang Dirindukan Siswa

17 Oktober 2019 / 08:36 WIB Dibaca sebanyak: 308 kali Tulis komentar

BANDUNG | BBCOM | Upaya meningkatan kualitas, mutu dan profesionalisme guru dalam menghadapi era revolusi industri 4.0 ini mesti memiliki empat kompetensi; kompetitif, kreatif, kolaboratif dan komunikatif yang didasarkan pada keimananan dan amal sholeh.

Pernyataan itu disampaikan oleh Rektor UIN SGD Bandung, Prof. Dr. H. Mahmud, M.SI saat menyampaikan materi pada acara Kuliah Umum dan Orientasi PPL (praktik profesi lapangan), Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) yang dipandu oleh Dekan FTK, Prof. Dr. Hj. Aan Hasanah. M. Ed, di gedung Anwar Musaddad, Kampus I, Jl. A. H. Nasution No 105 Cipadung Cibiru Kota Bandung, Rabu (16/10/2019).

Ajaran Islam telah mengajarkan kompetisi yang dimiliki seorang muslim. Surat Al ‘Ashr. Demi masa, Demi waktu. Mengajarkan kita untuk menghargai zaman yang dilandasi dengan keimanan, ketakwaan baru menghadirkan karya, amal shaleh dengan cara kompetitif, kreatif, kolaboratif dan komunikatif.

“Mari kita pertontonkan segala bentuk kebaikan, karya, prestasi dengan memberikan keteladanan, panutan, uswah, sehingga kehadiran kita di kelas sangat dirindukan anak didik, bukan malah sebaliknya, dicaci maki, dibenci,” tegasnya. 

Rektor menceritakan pengalaman pribadinya saat guru, dosen memberikan materi yang dirindukan siswa, mahasiswa. “Setiap Pa E.Z. Muttaqien menyampaikan bahan kuliah di kelas sangat inspiratif, aktual, ilustrasinya sangat mudah dipahami. Ketika saya tanya apa rahasia. Beliau menyampaikan belajarlah teori mengajar, seperti apa yang diperintahkan Qur’an. Sebelum mengajar lakukan; Pertama, bangun malam hari untuk melaksanakan shalat tahajud. Kedua, selesai tahajud itu, memperbanyak bacaan al-Quran. Setelah itu, baru mempersiapkan materi bahan ajar,” ujarnya.

Menurutnya, untuk meraih kesuksesan hidup diperlukan ikhtiar lahir-batin yang sungguh-sungguh, selain mencari ilmu seluas-luasnya, juga harus menghormati kedua orang tua dan berbakti kepada guru serta dosen yang telah banyak membimbing dan mengarahkan mahasiswanya menjadi cendekiawan.

“Ibarat roda dalam kendaraan, antara ban di roda depan dan belakang harus sejalan, beriringan, sehingga keduanya sama-sama berhasil sampai ketempat tujuan. Untuk itu, saya titip kedua potensi yang mengedepankan ikhtiar lahir-batin itu tidak bisa dipisahkan, seperti halnya ban kendaraan, satu kempes tidak bisa berjalan dengan lancar, mulus sampai tujuan. Jadi keduanya harus beriringan, sejalan dalam meraih kesuksesan,” paparnya.

Untuk menjadi guru agama yang membanggakan, profesional tidak hanya cukup menguasai ilmu kependidikan, memiliki empat kompetensi (kompetitif, kreatif, kolaboratif dan komunikatif), tetapi harus bersumber dari keimanan yang kuat dan mengamalkan amal sholeh.

“Iktiar lahir pasti diajarkan oleh para dosen, dengan ikut dan masuk kuliah program PPG setiap hari. Akan tetapi ikhtiar batin, dengan rajin melaksanakan tahajud, membaca Quran, mendoakan orang tua, guru, dosen harus ditanamkan dan dilakukan secara pribadi,” tandasnya.

Mengingat tantangan mengajar era digital ini sangat berbeda zamanya. Untuk menjadi guru profesiolan dalam mengajarkan agama Islam di era 4.0 itu harus mempu mengaktualisasi Qur’an dan Hadits sesuai bahasanya. “Al-Quran, hadits tetap tidak dirubah. Namun, jelaskan pesan-pesan Qur’an itu sesuai kebutuhan, semangat zamannya, sehingga anak-anak milenial tertarik, bukan meninggalkan sumber pedoman kehidupan. Oleh karena itu, jadilah guru profesional yang selalu dirindukan anak didik ketika datang ke kelas, karena dalam mengajar selalu menggabungkan pendekatan lahir batin, dengan memiliki empat kompetensi yang bersumber dari Al-Quran, hadits,” pesannya.

Acara kuliah umum dan orientasi PPL yang diikuti 536 peserta ini menghadirkan narasumber; Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag., (Wakil Rektor I bidang Akademik), Dr. H. Tedi Priatna, M.Ag., (Wakil Rektor II bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan), Dr. H. Ah. Fathonih, M.Ag., (Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan dan Alumni), Prof. Dr. Hj. Ulfiah, M.Si., (Wakil Rektor bidang Kerjasama, Kelembagaan dan Pengembangan).

Hadir Dr. H. Dindin Jamaluddin, M.Ag (Wakil Dekan I Bidang Akademik), Dr. Hariman Surya Siregar, M.Ag (Wakil Dekan II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan), Drs. Mumu Abdurrahman, M.Pd (Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama) dalam acara kuliah umum PPG angkatan 2019.

Diakui, Dr. Tedi, peran guru sudah mulai tergeser karena kemajuan teknologi. “Sebagai contoh nyata mengajarkan anak kita untuk baca Qur’an itu mudah, gampang, tinggal ikut paket belajar baca Qur’an cepat, tapi untuk membiasakan membaca Quran itu yang tidak mudah. Betul Youtube mewakili untuk belajar, tapi membiasakan anak sholat persoalan lain,” keluhnya.

Dalam urusan memberikan nilai, membangun karakter hanya bisa ditemukan pada sosok guru, dosen. “Untuk membiasakan sholat, baca Qur’an harus adanya suri tauladan, uswatun hasanah yang ada pada guru. Peran inilah yang tidak ditemukan, melekat pada teknologi,” tegasnya. 

Baginya, teknologi tidak bisa meninggalkan peran guru. “Hanya guru yang kreatif yang bisa menggunakan dan mengendalikan kemajuan teknologi,” paparnya.

Ihwal pelaksanaan PPL ini, Ketua Jurusan PPG, Dr. Asep Nursobah yang didampingi Sekretaris Jurusan PPG, Nurhamzah, M.Ag., menuturkan jadwal PPI akan dimulai dari tanggal 24 Oktober 2019 sampai dengan 08 November 2019 yang tersebar di Sekolah, Madrasah yang berada di Kota dan Kabupaten Bandung.

Mudah-mudahan dengan adanya kuliah umum dan orientasi ini, “dapat memberikan motivasi, dorongan, semangat untuk berbagi pengalaman mengajar dan berusaha dalam meningkatkan kualitas dan mutu guru agar profesional, membanggakan,” pungkasnya. (rls/dnd)

Bagikan
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *