oleh

Irigasi Peninggalan Belanda di Desa Citalem Roboh, Program Rehabilitasi Pemerintah Tak Maksimal

KBB | BBCOM | Pelaksanaan kerja bakti warga masyarakat Desa Citalem yang berlokasi di Kp.Sumur kembang blok grenung Desa Citaleum Kecamatan Cipongkor kabupaten bandung barat provinsi jabar, masyarakat petani sudah hampir 2 minggu terus melaksanakan perbaikan saluran Dermaga air peninggalan Belanda sebagai sumber untuk mengairi sawah mereka.

Namun, karena keadaan saat ini benteng dan saluran Dermaga roboh sepanjang 80 meter, mengakibatkan para petani menjadi terancam gagal bercicok tanam bahkan Dermaga tersebut adalah saluran pesawahan penghubung 3 Desa, yakni Desa Cijenuk, Desa Citalem kecamatan Cipongkor dan Desa Karang Anyar kec. Cililin kab. Bandung Barat.

Jaelani (65 tahun) salah satu tokoh masyarakat Desa Citalem mwnjelaskan disela sela kegiatan gotong royong perbaikan saluran Dermaga Air untuk pesawahan para warga petani Desa Citalem.berharap pemerintah lebih memperhatikan kondisi ini dan berharap adanya air saat ini, karena masyarakat petani sangat membutuhkan air untuk mengairi sawah ladangnya.” Ungkapnya.(Sabtu 7/11/2020)

BACA JUGA  Ketua DPRD Jabar Harapkan Program Pelatihan Masyarakat Harus Konsisten

Lanjut Jaelani, bahwa selama ini masyarakat harus terus memperbaiki dan tambal sulam dengan menggunakan Terpal guna mengantisipasi kebocoran saluran Dermaga yang mengairi sekitar ratusan hektar lahan yang berada di 3 Desa.

“Kami selaku masyarakat Desa Citalem berharap besar kepada pemerintah pusat dan daerah agar dapat secepatnya merealisasikan Dermaga tersebut, mengingat masyarakat Desa Citalem sangat membutuhkan dan hampir 75% mayoritas petani.”

BACA JUGA  Komisi V DPRD Jabar, Kunjungi Panti Sosial, Evaluasi Anggaran Kegiatan Triwulan I-II Tahun 2018

Kepala Desa Citalem MAULUDIN SOPYAN, Bersama BABINSA dan masyarakat Desa Citalem terus berupaya memperbaiki Dermaga blok Grebung, yang rusak akibat benteng tersebut tidak kuat menahan volume air dan pembangunan Dermaga yang kualitas pekerjaannya seolah banyak di Gravitasi dari sisi materialnya. Sehingga 80 meter benteng Dermaga roboh.

“Sudah 2 minggu saya melakukan koordinasi dengan masyarakat untuk melakukan perbaikan Dermaga, dan alhamdullilah ternyata Antusias warga begitu mengafresiasi dan mau melaksanakan Perbaikan dermaga sampai saat ini, dengan cara sementara memakai bambu sebagai penyangga benteng yang rusak.” Tandas Mauludin Sopyan.   (*R)

Komentar