oleh

H. Syahrir, SE, M.Ipol Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan di Kota Bekasi

Anggota Komisi I DPRD Jawa Barat H.Syahrir, SE, M.Ipol

BEKASI | BBCOM | Beberapa tahun belakangan ini, sangat banyak generasi muda yang kurang paham atau kurang mngerti makna/ arti empat (4) pilar Kebangsaan. Hal ini seiring dengan perkembangan dunia teknologi, media sosial dan budaya asing.

Generasi muda sebagai penerus estafet pemimpin bangsa di masa yang akan datang, harus terus menggelorakan dan membumikan 4 pilar dimanapun dia berada.

Adapun empat kebangsaan itu terdiri dari Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Semboyan Negara Bhinneka Tunggal Ika.

Menurut anggota Komisi I DPRD Jawa Barat H.Syahrir, SE, M.Ipol, empat pilar kebangsaan ini harus terus digelorakan kepada masyarakat terutama bagi kalangan generasi muda. Untuk itu, DPRD Jawa Barat turut bertanggung jawab  untuk terus mensosialisasikan empat pilar kebangsaan.

BACA JUGA  Davafey dan Fisi Sella Berhasil Juarai Kejurda Balap Motor 2018

Belum lama ini seluruh anggota DPRD Jabar melalui program Citra Bakti Parlemen dalam Sketsa Kebangsaan melakukan sosialisasi empat pilar kebangsaan  di daerah pemilihan (dapil) masing-masing, termasuk juga saya,  melakukan sosialisasi di Kota Bekasi, kata H.Syahrir, SE, M.Ipol saat dihubungi bandungberita.com, melalui telepon selulernya, Jum’at (4/9-2020).

Adapun kegiatan sosialisasi empat pilar kebangsaan sebagai adaptasi baru, saat itu dilaksanakan di Kantor Desa Sumber Reja, Kec. Pebayuran, Kota Bekasi.

Pada saat melakukan  sosialisasi empat pilar, pada sisi tanya jawab, ternyata cukup banyak generasi muda yang  kurang paham makna dari empat pilar kebangsaan. Padahal, empat pilar kebangsaan merupakan tiang negara maka harus dipahami bagi seluruh anak bangsa, ujar politisi Partai Gerindra ini.

BACA JUGA  Dedi Suryadi Lantik Karang Taruna Kecamatan Banjar Priode 2017- 2022

Syahrir menambahkan empat pilar terdiri dari Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara sudah final karena Pancasila mempersatukan semua anak bangsa yang berbeda suku, agama dan ras serta golongan. Maka, Pancasila harus diamalakan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sedangkan , Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 sebagai konstitusi negara serta ketetapan MPR. Lalu Negara Kesatuan Republik Indonesia, sebagai bentuk negara dan Bhineka tunggal Ika sebagai semboyan negara.

“NKRI sudah tak bisa diganggu gugat lagi, Negara Indonesia sudah harga mati,”, tegasnya. (dp).

Komentar