KOTA CIREBON | BBCOM – Ribuan Arus mudik Lebaran 2026 mulai terlihat di Jalur Pantai Utara (Pantura) Kota Cirebon pada H-5 Lebaran, Minggu Pagi(15/3/2026). Meski ribuan kendaraan mulai bergerak cepat,namun arus lalu lintas dari arah Jakarta menuju Jawa timur dan Jawa tengah masih terpantau lancar.
Berdasarkan data sementara, sejak kemarin ,hingga pagi hari tercatat sekitar 5.000 hingga 6000 kendaraan telah melintas di jalur tersebut. Mayoritas kendaraan yang melintas didominasi sepeda motor yang digunakan para pemudik untuk pulang ke kampung halaman.
Hasil pantauan Bandung berita di kawasan terminal Harjamukti Kota Cirebon, nampak lalu lintas arus mudik ramai oleh kendaraan . Gelombang sepeda motor,Mobil pribadi, bus antarkota, hingga truk logistik terlihat terus melintas secara bergantian di persimpangan depan terminal harjamukti.
Pemandangan rutin tahunan pemudik sepeda motor terlihat searah dengan membawa , seperti tas ransel besar hingga barang yang diikat di bagian belakang kendaraan,menjadi tradisi khas perjalanan mudik yang ramai di jalur Pantura.
Informasi Dinas Perhubungan (Dishub ) Kota Cirebon mencatat, sejak pukul 00.00 WIB hingga siang ini 11.00 WIB terdapat sekitar 5.000 sampai 6.500 kendaraan yang melintas.
Jika dirata-ratakan, dalam kurun waktu 20 menit gelombang arus mudik berkisar 400 hingga 600 kendaraan yang melintas dari arah Jakarta menuju wilayah Jawa Tengah dan daerah timur lainnya.
Seorang pemudik tujuan semarang, Jawa Tengah, Haryanto (38), mengatakan perjalanan dari Jakarta menuju kampung halamannya masih tergolong lancar meski jumlah kendaraan mulai meningkat.
“Perjalanan dari Jakarta masih cukup lancar. Kendaraan memang sudah ramai, tapi belum terlihat kemacetan, Alhamdulillah. Saya sengaja berangkat lebih awal supaya tidak terjebak kepadatan saat mendekati Lebaran,” ujar haryanto,saat dikonfirmasi di depan terminal Harjamukti.
Hal serupa disampaikan pemudik lainnya, Noval (28), tujuan purwokerto,warga ia berangkat dari tambun bekasi. mengaku memilih berangkat lebih awal agar perjalanan mudiknya lebih santai dan nyaman.
“Saya berangkat pagi dari Tambun menuju Purwokerto, memang di jalan sudah mulai banyak pemudik, tapi arusnya masih lancar,” ungkap Noval.
Ditempat terpisah kemarin, Kepala Pos Pengamanan ketupat lebaran, perempatan Lampu merah Kanggraksan Polres Cirebon Kota, AKP Juntar Hutasoit, mengatakan peningkatan volume kendaraan sudah mulai terlihat sejak Jumat malam.
“Kalau dibandingkan hari-hari biasa memang sudah ada peningkatan volume kendaraan dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah, tetapi arus lalu lintas masih relatif lancar,” ujarnya.
Menurutnya, peningkatan kendaraan tersebut belum terlalu signifikan karena sebagian kendaraan yang melintas masih didominasi oleh aktivitas masyarakat lokal di wilayah Cirebon dan sekitarnya.
Ia menjelaskan, sejumlah perusahaan di sekitar kawasan tersebut sedang menggelar kegiatan buka puasa bersama, sehingga lalu lintas juga dipengaruhi mobilitas warga dari arah Kuningan menuju Kota Cirebon maupun sebaliknya.
Pengaturan lalu lintas di kawasan Simpang Kanggraksan pun dilakukan secara berkelanjutan selama pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026.
“Pengaturan lalu lintas dilakukan selama 24 jam dengan sistem pergantian petugas,” kata Juntar. Selain itu, petugas juga disiagakan di sejumlah titik rawan kepadatan, terutama di area persimpangan jalan utama.
“Pos Pengamanan Kanggraksan juga difungsikan untuk memantau sekaligus mengatur arus kendaraan dari empat arah persimpangan lampu lalu lintas di kawasan tersebut,” ungkapnya.(bud)















