oleh

Gas LPG 3KG Langka di Banjarsari, KUKMP Ciamis Lakukan Operasi Pasar

CIAMIS | BBCOM | Akibat kelangkaan gas LPG ukuran 3 kg, Dinas KUKMP Kabupaten Ciamis bekerja sama dengan Pertamina lakukan operasi pasar di Desa Banjarsari Kecamatan Banjarsari, Jawa Barat, Senin (19/10/2020).

Sebanyak 560 gas LPG sudah disiapkan untuk operasi pasar tersebut dengan harga jual sesuai harga eceran tertinggi (HET) Rp 16.000,- rupiah. untuk pembeliannya warga di pinta photo copy KTP 

Menurut Kasi pendistribusian barang dan perlindungan konsmen DKUKMP Kabupaten Ciamis Dini Kustiani menjelaskan, kegiatan ini akan kami laksanakan selama 3 hari di tempat yang berbeda.

“Soal kelangkaan gas di wilayah Banjarsari, kami akan melakukan pemantauan dan pembinaan di lapangan, apa bila ada agen yang nakal silahkan laporkan, kami akan tindak tegas, selain kepada kami,  masyarakat juga bisa langsung melaporkan ke dinas, nanti kita akan fasilitasi ke agen atau langsung ke pihak pertamina” tegasnya menambahkan Kegiatan yang dilakukan ini adalah salah satu upaya dari pemerintahan kabupaten Ciamis menyikapi kelangkaan gas LPG 3 kg”,tandasnya.

BACA JUGA  "Belum Siap Perencanaan" DPRD Minta Pemprov Undur Revitalisasi Situ Rawa Kalong

Pada kesempatan ini, hadir juga Ketua Satuan Gugus tugas Covid -19, Camat Banjarsari Dedi Mudyana, ia menghimbau kepada warga yang sedang melaksanakan antrian, agar menggunakan masker dan menjaga jarak. “Kami harap para pembeli selalu mematuhi protokol kesehatan yaitu 3 M,”ujar Dedi 

BACA JUGA  Walau Pendaftaran Sudah di Buka Calon Wakil Rakyat Masih Sepi peminat.

Di sela sela kegiatan ini juga, Kapolsek Banjarsari AKP Badri ikut mengawal dalam proses penjualannya, pasalnya toko yang menjual LPG 3kg berada di pinggir jalan Nasional. Demi menjaga lalu lintas supaya lancar juga memberikan arahan kepada warga agar kendaraan di parkir dengan benar.

Diketahui sebelumnya di wilayah Banjarsari Gas Elpiji susah dicari, kalaupun dapat harganya mahal dari sebelumnya biasa Rp.21.000 kini harganya Rp. 25.000, bahkan ada yang membeli sampai Rp 30.000,- meskipun  terbilang mahal bagi warga menengah kebawah, karena sudah menjadi kebutuhan, terpaksa harus membelinya.(Gezul/Hendra)

Komentar

Berita Terbaru