Ekonomi Kreatif Akan Menjadi Pilihan Masyarakat Menengah Ke Bawah

11 Agustus 2016 / 22:44 WIB Dibaca sebanyak: 999 kali Tulis komentar

BANDUNG BB.Com– Aktivitas ekonomi masyarakat menengah ke bawah diharapkan menjadi tumpuan bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Terlebih, jumlah penduduk menengah ke bawah merupakan yang paling banyak sehingga pemerintah harus memberi perhatian lebih.

Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Ineu Purwadewi Sundari mengatakan, pihaknya menyadari pentingnya peningkatan ekonomi masyarakat menengah ke bawah. Hal inipun sejalan dengan pemerintah pusat yang berniat membangun dari bawah.

“Kami ingin memajukan dan memberdayakan ekonomi di bawah,” kata Ineu di Gedung DPRD Provinsi Jabar, Kota Bandung, Rabu (10/8). Oleh karena itu, Ineu mengatakan, DPRD Provinsi Jabar akan mengusulkan rancangan peraturan daerah tentang ekonomi kreatif.

Pihaknya meyakini sektor ekonomi kreatif menjadi pilihan yang tepat bagi masyarakat menengah ke bawah. “Seperti amanat dari pusat juga yang sudah membuat Badan Ekonomi Kreatif. Sehingga kami memandang perlu dan peraturan daerah yang menguatkan ekonomi kreatif itu,” ucapnya.

Ineu menyontohkan, melalui perda ini nantinya diharapkan pelaku ekonomi kreatif bisa mendapat kemudahan menyangkut permodalan, distribusi, dan sarana prasarana lainnya. “Itu beberapa di antaranya yang akan disasar,” ujarnya.

Agar lebih mengetahui seluruh aspek yang diperlukan untuk mendorong ekonomi kreatif, DPRD Provinsi Jabar telah berkonsultasi dengan sejumlah pelaku usaha tersebut. Di antaranya dengan mengunjungi pengrajin busana muslim di kawasan Soreang, Kabupaten Bandung.

“Ternyata busana-busana muslim di mal-mal Jakarta dan Singapura itu, produksinya di sini,” katanya. Selain itu, pihaknya pun telah menggali informasi dari pelaku usaha percetakan.

Hasil kajian ini, kata Ineu, akan dibawa ke sidang paripurna untuk selanjutnya ditanggapi oleh masing-masing fraksi. “Kami kasih waktu dua hari bagi setiap fraksi untuk mengkaji mendalam. Sehingga nanti apa hasil kajiannya, kita akan dengarkan di paripurna tanggal 11 (Agustus 2016),” ujarnya.

Pihaknya menargetkan raperda ekonomi kreatif ini bisa disahkan tahun ini. “Kalau sudah disahkan, semoga bisa bermanfaat dan bisa membantu tumbuhnya ekonomi di daerah,” pungkasnya. (dp)


Bagikan
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *