DPRD Minta Pemkab OKI Prioritaskan Anggaran Bangunan Sekolah yang Tidak Layak Pakai

8 Agustus 2019 / 12:54 WIB Dibaca sebanyak: 257 kali 1 Komentar

OKI, BBCOM–Anggota DPRD Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Jauhari A Karim, meminta Pemerintah Kabupaten OKI untuk lebih memperhatikan dan memprioritaskan sejumlah sekolah yang bangunannya secara kasat mata sudah tidak layak pakai lagi.

Salah satunya, lanjut Jauhari, SDN 1 Gajah Mukti di Kecamatan Sungai Menang, Kabupaten OKI yang ambruk akibat tidak pernah mendapat perbaikan. “Kami himbau kepada dinas terkait memberikan perhatian dan penanganan ekstra,” ujarnya, Rabu (7/8).

Pemerintah dan legislatif sedang membahas KUA PPAS APBD 2020, sudah keharusan dianggarkan pembagunannya. “Kondisinya sudah mendesak harus dianggarkan untuk pembangunannya,” tegasnya.

Pemerintah juga, lanjut Jauhari harus mulai memperhatikan pembangunan di wilayah terpencil, khususnya pembangunan bidang infrastruktur pendidikan, kesehatan yang sifatnya mendesak. “Jangan sampai menunggu ada kejadian seperti sekolah roboh ini baru mau mulai bergerak,” katanya.

Baca Berita Terkait: https://bandungberita.com/akibat-kurang-peratian-dari-pemkab-oki-sdn-1-gajah-mukti-ambruk/

Berita sebelumnya menyebutkan, ratusan siswa di UPTD SDN 1 Gajah Mukti, Kecamatan Sungai Menang, Kabupaten OKI, terpaksa belajar di balai desa. Pasalnya, bangunan sekolah mereka yang terbuat dari kayu itu ambruk sehingga tak dapat difungsikan lagi.

Tempat mengajar dipindahkan ke balai desa, walaupun kondisi tidak nyaman. Pasalnya, aktivitas kegiatan belajar harus jalan meskipun sekolah milik pemerintah tersebut, tak pernah bersentuh pembangunan.

Walaupun seringkali pihak sekolah mengajukan proposal untuk bantuan perbaikan. Namun, sampai sekarang belum ada realisasi dari pemerintau, bangunan sekolah tersebut mulai beroperasi sejal tahun 2000.

Indah, salah seorang guru honorer di sekolah tersebut mengatakan sekolah tersebut terdiri dari empat bangunan. Dua amruk dan masih tersisa dua bangunan. Namun pihak sekolah tidak mau menempatinya, karena dikhawatirkan membahayakan para siswanya. Mengingat kondisinya sudah dimakan usia. “Kami pindahkan semua siswa di balai desa. Kami sekat-sekat,” jelasnya.

Masyarakat tidak memiliki pilihan lain untuk menyekolahkan anaknya ke sekolah lain. Karena SDN 1 Gajah Mukti merupakan satu-satunya sekolah yang ada di desa tersebut. “Kalaupun mau sekolah ke tempat lain. Terpaksa ke desa tetangga yang jaraknya sangat jauh,” kata guru honorer ini.

Padahal kata Indah, masyarakat sangat berharap kepada pemerintah agar sekolah tersebut dapat diperbaiki. Sudah selayaknya sekolah tersebut diperbaiki agar dapat berfungsi normal layaknya sekolah-sekolah lainnya.

Lebih lanjut, Indah mengatakan anaknya terpaksa sekolah ke Lampung, dan menetap di tempat saudaranya. “Anak saya sekolah di Lampung pak, saya titipkan tempat keluarga saya,” katanya.

Selain kondisi sekolah yang memprihatinkan, tenaga pendidik  PNS juga dinilai sangat minim “Hanya orang tiga yang PNS nya, saya honorer pak,” akunya.

Alhamdulillah, sambung Indah, semua guru merupakan orang pribumi. Sebelumnya memang ada guru PNS yang bukan orang pribumi tapi sudah pindah.

Indrus Sardi, salah satu mantan guru yang pernah mengajar di sekolah tersebut. Membenarkan bahwa sekolah itu luput dari perhatian pemerintah. Ia pertama sekali bertugas tahun 2005 sampai 2007. “Sejak saya tugas disana memang kondisinya sudah demikian,” kata Sardi.

Sekolah tersebut kata Sardi, jauh dari jangkauan karena medan yang dilalui untuk sampai ke sekolah harus menyeberang sungai. Dengan ongkos Rp60 ribu menyebrang. “Saya kalau mau berangkat dari Mesuji Lampung karena lebih dekat, ketimbang lewat Kayuagun,” kata Sardi.

Sebagai guru yang pernah mengabdi di sekolah terpencil. Dia mengaku masih sering berkomunikasi dengan rekan guru di sekolah tersebut. “Saya berharap ada perhatian dari pemerintah setempat,” pintanya.

Kepala Dinas Pendidikan OKI, H Muhammad Amin, SPd MM, mengaku belum mengetahui adanya hal tersebut. Namun dengan informasi tersebut ia segera menindaklanjutinya dengan memerintahkan stafnya. “Segera akan kita tindaklanjuti lewat staf saya,” janjinya. (Pani)

Bagikan
Share

1 Komentar

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *