Akibat Kurang Perhatian dari Pemkab OKI, SDN 1 Gajah Mukti Ambruk

7 Agustus 2019 / 09:41 WIB Dibaca sebanyak: 391 kali 1 Komentar

OKI, BBCOM–Kepedulian Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) terhadap dunia Pendidikan dirasa sangat jauh dari harapan masyarakat dan pemerintah pusat, pasalnya alokasi anggaran APBD sebesar 20% dinilai belum penuhi standar nasional.

Potret pendidikan di OKI apalagi didaerah yang jau dari kota Kabupaten sangat menprihatinkan dan terkesan terabaikan, salah satunya di UPTD SDN 1 Gajah Mukti, Kecamatan Sungai Menang, OKI, ratusan siswa terpaksa belajar di balai desa karena bangunan sekolah mereka yang terbuat dari kayu roboh sehingga tidak bisa difungsikan lagi.

”Semua siswa belajar di balai desa, agar Kegiatan Belajar Mengajar KBM tetap berjalan seperti biasa ”tutur Kepala UPTD SDN 1 Gajah Mukti, Suprina melalui, Indah, SPd guru sekolah setempat, Selasa (6/8/2019).

Menurut Indah, sejak ia enam tahun mengabdi menjadi pendidik di sekolah milik pemerintah itu, sampai saat ini belum perna ada pemeliharan atau peebaikan terhadap sekolah tersebut, bahkan pihak sekolah sudah sering mengajukan proposal untuk bantuan rehab.

“Kita Sudah sering ajukan proposal, namun belum ada realisasi dari pihak dinas terkait” ujarnya.

Sekolah tersebut kata Indah terdiri dari empat lokal. Dua amruk dan masih tersisa dua lokal. Namun pihak sekolah tidak mau menempatinya, karena dikhawatirkan membahayakan siswa. Mengingat kondisinya sudah dimakan usia.

”Siwa kami pindahkan semua siswa di balai desa untuk KBM” jelasnya.

Masyarakat tidak ada pilihan lagi untuk menyekolahkan anaknya ke sekolah lain. Karena SDN 1 Gajah Mukti merupakan satu-satunya sekolah yang ada di desa tersebut.

“Kalaupun mau sekolah ke tempat lain. Terpaksa ke desa tetangga yang jaraknya sangat jauh.”kata guru honorer ini.

Padahal kata Indah, masyarakat sangat berharap kepada pemerintah agar sekolah tersebut direhab. Sudah selayaknya sekolah tersebut dibangun.

Indah mengatakan anaknya terpaksa sekolah ke Lampung, dan menetap di tempat saudaranya.”Anak saya sekolah di Lampung pak, saya titipkan tempat keluarga saya.”katanya.

Selain kondisi sekolah yang memprihatinkan, tenaga pendidik  PNS juga sangat minim “Hanya orang tiga yang PNS nya, saya honorer pak.”akunya.

“Alhamdulillah sambung dia, semua guru merupakan orang pribumi. Sebelumnya memang ada guru PNS yang bukan orang pribumi tapi sudah pindah.” Papar Indah

Indrus Sardi, salah satu mantan guru yang pernah mengajar di sekolah tersebut. Membenarkan bahwa sekolah itu luput dari perhatian pemerintah. Ia pertama sekali bertugas tahun 2005 sampai 2007. “Sejak saya tugas disana memang kondisinya sudah demikian.”kata Sardi.

Sekolah tersebut kata Sardi, jauh dari jangkauan karena medan yang dilalui untuk sampai ke sekolah harus menyeberang sungai. Dengan ongkos Rp60 ribu menyebrang. “Saya kalau mau berangkat dari Mesuji Lampung karena lebih dekat, ketimbang lewat Kayuagung.”kata Sardi.

Sebagai guru yang pernah mengabdi di sekolah terpencil. Dia mengaku masih sering berkomunikasi dengan rekan guru di sekolah tersebut.”Saya berharap ada perhatian dari pemerintah setempat.”pintanya.

Kepala Dinas Pendidikan OKI, H Muhammad Amin, SPd MM, mengaku belum mengetahui adanya hal tersebut. Namun dengan informasi tersebut ia segera menindaklanjutinya dengan memerintahkan stafnya.”Segera akan kita tindaklanjuti lewat staf saya.”janji Amin.(Pani)

Bagikan
Share

1 Komentar

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *