Disdik Cirebon Siap Terapkan KBM 5 Hari, Tunggu Kebijakan Pusat

KOTA CIREBON | BBCOM – Wacana penerapan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) selama lima hari di sekolah dasar kembali menguat di Kota Cirebon. Program ini merupakan bagian dari kebijakan pemerintah pusat pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan meningkatkan efektivitas pembelajaran.

Selain itu, kebijakan sekolah lima hari juga diharapkan dapat memperkuat hubungan keluarga, dengan memberikan waktu lebih bagi siswa untuk berkumpul bersama keluarga pada akhir pekan, meski dengan konsekuensi jam belajar yang lebih panjang.

Namun demikian, hingga saat ini implementasi program tersebut masih menunggu regulasi resmi dari pemerintah pusat sebagai landasan hukum pelaksanaannya di daerah.

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon menyatakan bahwa pihaknya terus melakukan berbagai persiapan, khususnya untuk jenjang Sekolah Dasar (SD), guna mendukung kebijakan tersebut apabila nantinya diberlakukan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Kadini, menjelaskan bahwa konsep sekolah lima hari sebenarnya bukan hal baru dan sebelumnya sudah pernah disosialisasikan.

“Sejak dulu sudah ada imbauan terkait sekolah lima hari, namun kami tetap menunggu kebijakan resmi terbaru dari pemerintah pusat sebagai acuan pelaksanaan,” ujarnya, Senin (30/3/2026).

Meski belum ada keputusan final, Disdik Kota Cirebon memastikan tidak tinggal diam. Sejumlah langkah persiapan terus dilakukan agar sekolah-sekolah siap apabila kebijakan tersebut resmi diterapkan.

Persiapan tersebut mencakup penyesuaian jadwal belajar, kesiapan tenaga pendidik, hingga sarana dan prasarana pendukung agar proses pembelajaran tetap berjalan efektif.

Pemerintah daerah pun berharap, dengan adanya regulasi yang jelas, penerapan KBM lima hari dapat berjalan optimal serta memberikan manfaat bagi dunia pendidikan dan keluarga siswa. (bud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *