Dewan Pers: Media Bisa Menperkeruh Atau Menjernihkan Masyarakat Pada Pemilu 2019

6 Februari 2019 / 20:40 WIB Dibaca sebanyak: 315 kali Tulis komentar

SURABAYA BBCom-Media massa dalam pelaksanaan Pemilu Serentak 2019 ibarat dua mata pisau bagi masyarakat pembacanya.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Dewan Pers,Yosep Adi Prasetyo dalam workshop Peliputan Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden Tahun 2019 di Four Point Hotel, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (6/2).

Seminar tersebut menjadi salah satu rangkaian acara Hari Pers Nasional Jawa Timur 2019 yang menjadikan Kota Surabaya sebagai tuan rumah.

BACA JUGA  J.CO Indonesia Terus Berinovasi Selama 13 Tahun Dekat J.CO Lovers

“Media dalam Pemilu ini bisa memperkeruh atau menjernihkan dan mengajak masyarakat dalam mengenal calon wakil rayatnya,” ujar Yosep.

Stanley, begitu dia akrab disapa, menyebutkan bahwa dalam menghadapi Pemilu 2019, ada beberapa catatan-catatan hitam yang muncul pada Pemilu 2014.

“Memori buruk Pemilu 2014 seperti ada aksi kampanye hitam, ada media semacam obor rakyat, isu SARA dan dimainkannya politik identitasnya,” jelasnya.

BACA JUGA  Lelang Lebak Lebung di Pedamaran Mengalami Kenaikan

Belum lagi, lanjutnya, ada satu fenomena yang disebut “moghulisme” media dalam perjalanan menuju Pemilu 2019.

“Jadi ada pengusaha media yang menguasai banyak media mulai dari cetak, radio, televisi dan daring yang berpotensi menyeragamkan pemberitaan untuk kepentingan tertentu,” tukasnya. [Humas]

Bagikan
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *