oleh

Dermatitis Atopik Anak Capai 20 Persen

 

BANDUNG BBCom-Dermatitis Atopik merupakan penyakit radang kulit dan kambuh secara berkala. Umumnya, episode pertama terjadi sebelum si Kecil berusia 1 tahun, bisa hilang dan timbul kembali. Prevalensi jenis kulit Dermatitis Atopik pada anak diperkirakan mencapai 10%-20%, sementara pada orang dewasa sekitar 1%-3%.

Penyebab Dermatitis Atopik masih belum dapat dipastikan, namun 50% berasal dari faktor eksternal seperti kondisi lingkungan sekitar yang terlalu kering, bahan pencetus iritasi kulit seperti jenis sabun atau deterjen tertentu, debu, rumput serta serbuk dari tumbuhan berbunga (pollen), sementara 50% penyebab lainnya dicetuskan oleh makanan.

Ada 8 makanan utama yang dianggap bisa mencetus alergi atau yang umumnya dikenal sebagai The Big 8, yaitu, susu, telur, ikan , jenis makanan laut tertentu seperti udang misalnya, gandum, kacang tanah, kacang kedelai serta kacang pohon seperti,walnut, almond, hazelnut, cashew dan pistachio.“Susu atau alergen protein susu sapi, menjadi salah satu pencetus paling umum di dunia dengan angka kejadian yang mencapai 2 hingga 7.5% yang mana 0.5% terjadi pada Si Kecil yang masih mendapatkan ASI eksklusif.

BACA JUGA  Deden Ramdan : Tiga Permasalahan Kompleks yang Menyebabkan Bandung Masuk ke Zona Orange.

Untuk itu, PT Kalbe Nutritionals dengan produknya Morinaga, terus mendukung program tahunan World Allergy Week melalui berbagai program edukasi.

“Tahun ini Morinaga kembali mengadakan programParenting Seminar skala nasional sebagai program edukasi tahunan untuk meningkatkan pemahaman bunda akan alergi dan penyakit lainnya yang terkait dalam rangka World Allergy Week 2018, serta menggagas pelatihan dan sumber daya untuk melakukan diagnose dan tindakan pencegahan,”jelas Dewi Angraeni, Senior Brand Manager Kalbe Nutritionals, dalam rilisnya kemarin.

BACA JUGA  Presisen Jokowi Mengikuti Subuh Berjamaah di Mesjid Raya Bandung

Untuk itu Morinaga memiliki program tetap yaitu Morinaga Allergy Solution yang merupakan solusi alergi untuk Si Kecil melalui sinergi nutrisi yang tepat, hasil pengembangan PT Kalbe Nutritionals bersama Morinaga Research Centre Jepang. (Adun)

Komentar