Anak Membantu Orang Tua

18 Mei 2019 / 11:31 WIB Dibaca sebanyak: 166 kali Tulis komentar

Oleh : M. Lukman Pabriyanto

Zaman sekarang bulan Ramadan selalu dikaitkan dengan acara buka bersama. Mau tidak mau, aku mengikuti acara berbuka bersama yang diadakan teman-teman sekolah menengah atasku dulu. Acara ini bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan. Mereka banyak berubah, mulai dari gaya bicara, gaya berpakaian dan lain sebagainya.

Aku pun menghadiri acara tersebut dan tidak sengaja berbicara dengan salah satu temanku bernama Lasmana. Lasmana adalah pria kelahiran Garut, 12 Januari 1998. Saat ini dia melanjutkan pendidikannya di Universitas Indraprasta PGRI jurusan Pendidikan matematika. Dia berkuliah sambil bekerja sebagai  pengemudi ojek online (ojol) guna membantu perekonomian keluarganya.

Lasmana mulai melakukan pekerjaan ini pada April 2018. Jika ingin melanjutkan pendidikan, dia  harus bekerja seperti ini karena kedua orang tuanya tidak mampu membayar biaya kuliah. Ayahnya hanya seorang tukang sol sepatu dan ibunya tidak bekerja, selain itu dia juga memiliki seorang adik perempuan yag masih bersekolah. Lasmana pun ikut mencari rupiah demi orang tua dan impiannya.

Awalnya dia menyewa sebuah motor kepada tetangga yang tak jauh dari rumahnya sebesar Rp30.000,00 perhari. Setelah berjalannya waktu, dia membeli motor tersebut dengan menyicil sebesar Rp750.000,000 perbulan sebanyak 35 kali. Dia juga mampu membeli sebuah gawai baru, lemari pendingin dua pintu, peralatan kuliah hingga membayar biaya kuliahnya sendiri. Untuk biaya kuliah itu dikenakan Rp900.000,00 untuk uang kuliah tunggal, itu belim biaya yang dikeluarkan untuk mengikuti ujian.

Lasmana juga menceritakan bahwa saat bekerja terkadang mengalami masa pasang surut. Dia lebih banyak menceritakan masa susahnya saat bekerja sebagai pengemudi ojek online. Dia menceritakan saat pertama kali mengambil orderan di Stasiun Universitas Indonesia, dia dimaki dan diancam akan membuang kunci motor oleh pengemudi ojek pangkalan disana. Dia dengan muka ketakutan langsung pergi meninggalkan penumpangnya di Stasiun Universitas Indonesia.

Saat ini dia mengambil order penumpang mulai pukul 05.00 WIB hingga 09.00 WIB lalu dilanjut dengan mengantar barang hingga pukul 21.00 WIB. Lasmana pernah melakukan kesalahan dengan salah mengantar barang dan harus mengembalikan barang yang salah ke tempat sebelumnya. Penghasilannya tak tentu, Dia harus bergantung seberapa banyak dan juahnya jarak saat orderan muncul di gawainya. Paling banyak, dia bisa mendapatkan penghasilan sebesar Rp35.000,00 perhari.

Aku terkagum dengan semangat dia dalam meraih impiannya dan membantu meningkatkan perekonomian keluarganya. Saat itu aku merasa bahwa terdapat manusia lain yang tidak beruntung tetapi dengan gigih bejuang di dunia yang kejam ini. (***)

Bagikan
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *