BANDUNG BARAT | BBCOM – Belum lama ini, tepatnya Kamis (19/2026) bertempat di UPTD Pembenihan iklan, Desa Cisomang Barat, Kecamatan Cikalong Wetan, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) melalui Dinas Perikanan dan Peternakan, meluncurkan JARING MINA SPPG dengan tajuk “Penguatan Jaringan Perikanan dan KDMP Untuk Mendukung SPPG”. Dalam hal ini, tatakelolanya diakukan melalui pendekatan model kolaboratif berkaitan dengan rantai pasok perikanan.
Hadir pada acara tersebut sejumlah pejabat Kabupaten Bandung Barat yaitu Asisen I Bidang Pemerintahan, Asisten III Bidang Administrasi Umum, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecildan Menengah, Kepala Dinas Kebakaran dan Penyelamatan, Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi Regional Bandung, Widyaiswara SKTAN LAN, serta 24 Kepala Desa peneriman bantuan kolam mini RAS dari Kementrian Kelautan dan Perikanan RI.
Model tatakelola JARING MINA SPPG yang kolaboratif itu nantinya menempatkan UPTD Pembenihan Ikan sebagai penyedia benih berkualitas, KDMP menjadi unit budidaya sekaligus agregrator ekonomi desa, dan Unit Pengolahan Ikan (UPI) berperan dalam pengolahan serta peningkatan nilai tambah produksi perikanan. Dengan demikian produksi ikan lebih diarahkan pada kebutuhan pasar dan kepastian penyerapan. Artinya melalui JARING MINA SPPG, ekosistem dari mulai produksi, pengolahan dan pemasaran akan lebih terintegrasi. Dengan demikian maka ketersediaan benih, budidaya, keterserapan hasil, dan nilai tambah produksi serta kebutuhan pangan bergizi dapat dipenuhi dari potensi lokal
Dalam pengembangan ekosistem itu, keterlibatan 24 kepala desa penerima bantuan Kolam Mini RAS (Recirculating Aquaculture System) menjadi bagian penting. Dalam hal ini, Teknologi RAS memungkinkan budidaya ikan dilakukan dengan sistem sirkulasi air yang lebih terkontrol. Keberadaan fasilitas tersebut di desa diharapkan dapat menjadi salah satu titik produksi ikan yang menopang kebutuhan rantai pasok lokal.
Karena itu, JARING MINA SPPG menempatkan desa dan KDMP bukan hanya sebagai penerima program, tetapi sebagai bagian dari mata rantai ekonomi yang memiliki peran mulai dari produksi hingga penguatan nilai tambah dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat desa.
Tidak hanya itu, JARING MINA SPPG juga diarahkan untuk memperkuat aspek regulasi, kelembagaan, kemitraan, produksi, distribusi serta monitoring. Penguatan monitoring ini menjadi penting agar seluruh tahapan dapat berjalan secara terukur, mulai dari ketersediaan benih, proses budidaya, jumlah produksi, kualitas ikan, pengolahan, distribusi hingga penyerapan oleh SPPG.
Pada akhirnya, keberhasilan JARING MINA SPPG tidak hanya diukur dari bertambahnya produksi ikan, tetapi juga dari sejauh mana program tersebut mampu menciptakan kepastian pasar, meningkatkan nilai tambah, memperkuat kelembagaan ekonomi desa, serta menyediakan sumber protein lokal untuk mendukung pemenuhan gizi masyarakat. Dengan demikian, potensi perikanan desa tidak hanya menjadi sumber produksi, tetapi dapat tumbuh menjadi bagian dari penguatan ekonomi masyarakat sekaligus mendukung agenda pemenuhan pangan bergizi di Kabupaten Bandung Barat.(Teddy)















