CIREBON | BBCOM – Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat, Daddy Rohanady, menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pembangunan infrastruktur di Kabupaten Cirebon. Perhatian tersebut meliputi perbaikan jalan provinsi, pembangunan Terminal Tipe B Ciledug, hingga peningkatan kualitas penerangan jalan umum (PJU).
Menurut Daddy, pembangunan infrastruktur merupakan salah satu fokus utama yang terus diperjuangkannya selama menjabat sebagai wakil rakyat di tingkat provinsi, khususnya untuk wilayah timur Kabupaten Cirebon.
Ia mengatakan, perbaikan infrastruktur jalan menjadi kebutuhan mendesak yang harus terus dilakukan guna mendukung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Saya punya legacy, karena berkaitan dengan infrastruktur saya sangat mendorong pembangunan Terminal Tipe B di Ciledug dan perbaikan jalan-jalan provinsi. Kebetulan sekarang memiliki gubernur yang fokus pada pembenahan jalan provinsi,” ujar Daddy, (1/6/2026).
Menurutnya, pembangunan jalan tidak cukup hanya berorientasi pada kualitas konstruksi dan konektivitas antardaerah. Aspek keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan juga harus diperhatikan melalui penyediaan fasilitas pendukung yang memadai, termasuk penerangan jalan umum.
Karena itu, ia mengusulkan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar peningkatan kualitas dan pemerataan PJU di ruas jalan provinsi menjadi bagian dari program prioritas pembangunan.
“Jalan provinsi harus didukung penerangan jalan yang memadai. Perbaikan kualitas dan pemenuhan PJU juga menjadi kebutuhan masyarakat,” katanya.
Selain pembangunan jalan provinsi, Daddy mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana memperluas program pembangunan hingga ke tingkat desa mulai tahun 2027. Program tersebut mencakup peningkatan kualitas jalan desa serta pembangunan PJU desa.
Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan aspirasi masyarakat yang selama ini menginginkan pemerataan pembangunan hingga ke wilayah pedesaan.
“Program perbaikan jalan desa dan PJU desa yang direncanakan pemerintah provinsi menjadi kabar baik karena sesuai dengan kebutuhan masyarakat di daerah,” ujarnya.
Daddy menambahkan, ruang lingkup kerja Komisi IV DPRD Jawa Barat tidak hanya mencakup pembangunan jalan, tetapi juga sektor transportasi dan lingkungan hidup yang menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah.
“Kami memiliki prioritas pada sektor terminal, infrastruktur, dan lingkungan hidup,” katanya.
Terkait pembangunan Terminal Tipe B Ciledug, Daddy berharap adanya dukungan dari pemerintah daerah serta seluruh pemangku kepentingan agar keberadaan terminal tersebut dapat berfungsi secara optimal. Salah satu upaya yang diperlukan adalah mendorong angkutan umum untuk memanfaatkan terminal sebagai pusat layanan transportasi.
“Untuk terminal, saya berharap ada dukungan dari pemerintah kabupaten agar angkutan umum dapat masuk dan beroperasi di Terminal Ciledug,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga infrastruktur yang telah dibangun pemerintah. Menurutnya, salah satu penyebab utama kerusakan jalan adalah kendaraan yang melintas dengan muatan melebihi kapasitas yang diizinkan.
Daddy menilai pengawasan terhadap kendaraan bertonase berlebih perlu diperketat agar usia layanan jalan dapat lebih panjang dan anggaran pemeliharaan tidak terus membengkak.
“Kapasitas kendaraan harus dibatasi sesuai kelas jalan. Jika jalan dengan kapasitas 8 hingga 12 ton dilalui kendaraan bermuatan 40 ton, maka kerusakan jalan tidak bisa dihindari dan pada akhirnya negara yang dirugikan,” tegasnya.
Ia menegaskan, keberhasilan pembangunan infrastruktur dapat diukur dari dampaknya terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Jalan yang baik akan memperlancar mobilitas warga dan distribusi barang sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Jalan yang mantap akan memperlancar pergerakan orang dan barang. Jika mobilitas dan distribusi berjalan baik, pertumbuhan ekonomi akan meningkat dan pada akhirnya berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (adip/bur)















