Farhan Wujudkan Bandung Kota Sport Tourism, Dispora Revitalisasi Tiga Kawasan Olahraga Strategis

Kepala Bidang Pembinaan Infrastruktur dan Prasaranna Dispora Kota Bandung Iwan Kasmara Suharna (kedua kiri) bersama Ketua KONI Kota Bandung Nuryadi (tengah

BANDUNG | BBCOM – Pemerintah Kota Bandung terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan Bandung sebagai kota yang sehat, modern, dan berdaya saing melalui pengembangan sarana olahraga berbasis sport tourism. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, tiga kawasan olahraga strategis akan direvitalisasi menjadi pusat aktivitas olahraga sekaligus destinasi wisata yang mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

Program tersebut akan dilaksanakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bandung melalui penataan dan pengembangan kawasan Sarana Olahraga (SOR) Pajajaran, SOR Lodaya, dan Lapangan Tegallega.

Kepala Bidang Pembinaan Infrastruktur dan Prasarana Dispora Kota Bandung, Iwan Kasmara Suharna, mengatakan konsep sport tourism yang diusung Wali Kota Bandung merupakan langkah strategis untuk menjawab kebutuhan kota modern yang membutuhkan ruang olahraga sekaligus ruang publik yang produktif.

“Pak Wali Kota memiliki visi besar dalam pengembangan kawasan olahraga multifungsi di sejumlah titik strategis Kota Bandung. Sarana olahraga tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat pertandingan, tetapi juga menjadi ruang publik yang bernilai ekonomi, mampu menarik wisatawan, serta mendukung aktivitas masyarakat sepanjang waktu,” ujar Iwan saat ditemui di Aula KONI Kota Bandung, Selasa (2/6/2026).

Menurutnya, konsep pengembangan tersebut akan menghadirkan fasilitas olahraga yang terintegrasi dengan berbagai aktivitas masyarakat sehingga kawasan olahraga tidak hanya ramai saat ada pertandingan, tetapi juga menjadi pusat kegiatan publik setiap hari.

SOR Pajajaran Ditata Menjadi Kawasan Olahraga Terintegrasi

Untuk kawasan SOR Pajajaran, Dispora akan memulai proses penataan dengan merapikan status aset tanah dan bangunan sebagai fondasi utama pengembangan kawasan.

Kawasan ini saat ini telah dilengkapi berbagai fasilitas olahraga, seperti GOR Pajajaran, GOR Tri Lomba Juang, GOR Sasakawa, kolam renang, mes atlet, serta sarana pendukung lainnya. Ke depan, seluruh fasilitas tersebut akan dikembangkan menjadi kawasan olahraga modern yang tertata, terintegrasi, dan memiliki daya tarik wisata.

Iwan menegaskan, penataan aset menjadi langkah penting agar pembangunan infrastruktur dapat berjalan lebih efektif, terarah, dan berkelanjutan.

SOR Lodaya Dikembangkan dengan Konsep Vertikal

Sementara itu, kawasan SOR Lodaya juga masuk dalam agenda revitalisasi. Saat ini kawasan tersebut memiliki berbagai fasilitas olahraga, antara lain lapangan sepak bola, gedung bulu tangkis, gedung menembak, gedung sepak takraw, gedung squash, lapangan softball, serta fasilitas olahraga lainnya.

Untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan di tengah keterbatasan ruang perkotaan, Dispora merancang pembangunan kawasan Lodaya dengan konsep bangunan bertingkat atau vertikal.

“Lodaya direncanakan dibangun ulang dengan konsep bangunan yang lebih tinggi sehingga berbagai cabang olahraga tetap dapat terakomodasi dalam satu kawasan yang modern, efisien, dan representatif,” jelas Iwan.

Konsep tersebut dinilai mampu menjawab tantangan keterbatasan lahan sekaligus meningkatkan kapasitas pelayanan olahraga bagi masyarakat Kota Bandung.

Lapangan Tegallega Dibangun Ulang Secara Menyeluruh

Selain Pajajaran dan Lodaya, Lapangan Tegallega juga menjadi fokus utama dalam program revitalisasi.

Pemerintah Kota Bandung berencana melakukan pembangunan ulang kawasan tersebut secara menyeluruh, termasuk pembenahan sistem drainase dan infrastruktur pendukung lainnya. Lapangan sepak bola nantinya akan menggunakan rumput sintetis berstandar tinggi agar dapat dimanfaatkan secara optimal sepanjang tahun.

“Lapangan Tegallega akan dibangun ulang dari nol agar menjadi fasilitas olahraga yang layak, nyaman, aman, dan representatif bagi masyarakat,” katanya.

Kolaborasi Wujudkan Bandung Kota Olahraga Modern

Mengingat ketiga kawasan berada di lokasi strategis perkotaan, Pemerintah Kota Bandung juga membuka peluang kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mewujudkan kawasan olahraga multifungsi berkelas nasional.

Menurut Iwan, konsep fasilitas olahraga modern harus mampu mengakomodasi berbagai kebutuhan sekaligus, mulai dari olahraga prestasi, olahraga masyarakat, kegiatan rekreasi, hingga mendukung sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Program revitalisasi ini menjadi langkah nyata Pemerintah Kota Bandung dalam mewujudkan visi Bandung sebagai kota tujuan sport tourism yang mampu menarik penyelenggaraan event olahraga tingkat regional maupun nasional.

Dengan dukungan Dispora sebagai pelaksana teknis, transformasi SOR Pajajaran, SOR Lodaya, dan Lapangan Tegallega diharapkan menjadi ikon baru Kota Bandung sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui hadirnya fasilitas olahraga yang modern, nyaman, dan berstandar tinggi. (ELVNYOS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *